INSIBERNEWS - Kabar gembira datang untuk para petani di seluruh Indonesia. Pemerintah resmi menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pupuk bersubsidi hingga 20 persen. Kebijakan ini mulai berlaku efektif pada Rabu (22/10/2025) dan diharapkan dapat meringankan beban biaya produksi para petani yang selama ini terus meningkat.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan langsung kabar tersebut dalam konferensi pers bertajuk Satu Tahun Kinerja Pembangunan Pertanian yang digelar di kantor pusat Kementerian Pertanian (Kementan) di Jakarta.
Baca Juga: Ekspor Cengkih Lampung ke Amerika Serikat Ditunda, Diduga Tercemar Zat Radioaktif Cs-137
“Harga pupuk turun 20 persen. Berlaku mulai hari ini. Ini adalah berita gembira untuk seluruh petani Indonesia,” ujar Amran dengan nada optimis.
Menurutnya, keputusan menurunkan HET pupuk ini menjadi pencapaian bersejarah bagi dunia pertanian Tanah Air. Ia menilai langkah tersebut menandai era baru dalam upaya pemerintah memperkuat sektor pangan tanpa harus menambah beban keuangan negara.
“Memasuki tahun kedua pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, ini adalah hal yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah. Harga pupuk bisa turun tanpa tambahan subsidi dari APBN,” tegas Amran.
Ia menjelaskan, kebijakan ini bisa terwujud berkat efisiensi besar-besaran di sektor industri pupuk serta pembenahan tata kelola distribusi pupuk bersubsidi di seluruh daerah. Pemerintah, kata Amran, telah melakukan integrasi sistem pendataan petani dan distribusi pupuk agar lebih tepat sasaran dan minim kebocoran.
“Selama ini banyak keluhan soal pupuk langka atau harga yang melonjak di lapangan. Dengan sistem yang diperbaiki dan efisiensi industri, kita bisa menurunkan harga tanpa mengurangi kualitas,” jelasnya.
Penurunan HET ini mencakup berbagai jenis pupuk bersubsidi seperti urea, NPK, dan SP-36. Harga baru tersebut, menurut Kementan, akan segera diumumkan secara rinci melalui surat edaran kepada seluruh pemerintah daerah dan kios resmi pupuk.
Baca Juga: Ratusan Pelajar Sambut Hangat Kedatangan Presiden Afrika Selatan Ramaphosa di Indonesia
Langkah ini disambut antusias oleh kalangan petani. Beberapa kelompok tani menilai kebijakan tersebut bisa membantu meningkatkan produktivitas menjelang musim tanam akhir tahun.
“Selisih 20 persen itu besar bagi kami. Bisa menambah modal untuk bibit atau perawatan tanaman,” kata Sutrisno, petani padi asal Klaten.
Selain itu, Kementan juga memastikan pasokan pupuk nasional dalam kondisi aman hingga awal tahun depan. Pemerintah bekerja sama dengan PT Pupuk Indonesia untuk menjaga ketersediaan stok dan memastikan distribusi ke seluruh wilayah berjalan lancar.