INSIBERNEWS - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah dan Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Raudlatul Athfal (RA) untuk triwulan III dan IV Tahun Anggaran 2025 akan dimulai pekan ini.
Kebijakan ini menjadi angin segar bagi ribuan lembaga pendidikan Islam yang selama ini menunggu dana operasional guna menunjang kegiatan belajar mengajar di akhir tahun.
Baca Juga: Usai Pemecatan Patrick Kluivert, Iwan Bule Dukung Kembalinya Shin Tae-yong Latih Timnas
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan, percepatan pencairan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan nasional.
Langkah ini, katanya, juga selaras dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya pendidikan bermutu sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul.
“Sesuai arahan Presiden, kami perlu mewujudkan pendidikan bermutu untuk mencetak generasi unggul yang berdaya saing global,” ujar Nasaruddin di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Baca Juga: Gaza Kembali Berdarah, Serangan Udara Israel Tewaskan 33 Warga Termasuk Anak-anak
Ia menambahkan, pemerintah ingin memastikan bahwa setiap lembaga pendidikan, baik negeri maupun swasta, dapat menjalankan proses belajar mengajar tanpa hambatan administratif maupun finansial.
“Tidak boleh ada madrasah atau RA yang kegiatan belajarnya terganggu karena keterlambatan dana operasional,” lanjutnya.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menjelaskan bahwa total dana yang akan disalurkan mencapai Rp4,01 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp204 miliar dialokasikan untuk BOP RA, sementara Rp3,809 triliun diperuntukkan bagi BOS Madrasah.
Dana tersebut akan diterima oleh sekitar 81 ribu lembaga yang telah lolos proses verifikasi administrasi dan kelayakan.
“Proses verifikasi sudah selesai, dan dana akan segera ditransfer ke rekening masing-masing lembaga. Kami ingin memastikan semuanya tepat sasaran dan transparan,” ujar Amien.
Menurutnya, BOS dan BOP bukan sekadar bantuan rutin, melainkan investasi negara dalam pembangunan pendidikan Islam yang inklusif dan berdaya saing.