news

HEBOH! Narasi Menkeu Purbaya Bakal Tarik Paksa Dana MBG Rp71 Triliun, Hoaks atau Fakta?

Jumat, 17 Oktober 2025 | 09:33 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Dok/YouTube.Kemenkeu)

INSIBERNEWS - Sebuah unggahan video yang beredar di media sosial, khususnya di Instagram, baru-baru ini membuat heboh publik. Dalam video tersebut, dinarasikan bahwa Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menarik dana program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp71 triliun dan mengalihkannya ke program bantuan beras gratis.

Unggahan itu bahkan menyebut bahwa langkah tersebut diambil karena maraknya kasus keracunan siswa akibat makanan dari program MBG. Dalam narasi yang tersebar, tertulis:

Baca Juga: FIFA Umumkan Lebih dari Satu Juta Tiket Piala Dunia 2026 Terjual, Antusiasme Fans Dunia Meledak!

“MBG AKAN SEGERA TAMAT, PURBAYA TARIK 71 T ANGGARAN MBG UNTUK BERAS. Menrti Keuangan Purbaya Alihkan Dana 71 T Anggaran MBG Ke Bantuan Beras, Istana Minta Maaf Banyak Siswa Keracunan.”

Tak hanya itu, unggahan tersebut juga mencantumkan klaim bahwa Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menanggapi langsung pernyataan Purbaya yang disebut akan menarik anggaran MBG jika tidak terserap seluruhnya pada tahun 2025.

Baca Juga: Selamat Ulang Tahun ke-74 Prabowo Subianto, Pemimpin yang Dikenal Tegas dan Visioner

Namun setelah dilakukan penelusuran, informasi tersebut tidak benar alias hoaks. Tidak ada pernyataan resmi dari Menteri Keuangan maupun dari pemerintah mengenai penarikan dana sebesar Rp71 triliun dari program MBG untuk dialihkan menjadi bantuan beras.

Kementerian Keuangan juga tidak pernah mengeluarkan keputusan atau surat edaran mengenai pengalihan anggaran MBG.

Hingga kini, program Makan Bergizi Gratis masih berjalan sesuai rencana dan menjadi salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Istri Polisi Jadi Otak Pembunuhan Brigadir Esco di Lombok Barat, Motifnya Kini Terungkap!

Faktanya, Purbaya hanya menjelaskan bahwa anggaran MBG yang tidak terserap maksimal hingga akhir Oktober 2025 bisa dialihkan sementara ke program lain yang lebih siap dijalankan. Hal ini merupakan mekanisme umum dalam pengelolaan anggaran negara, bukan penghentian program.

Dalam sebuah pernyataan kepada media, Purbaya menegaskan bahwa setiap rupiah anggaran negara harus dimanfaatkan secara efisien.

“Jika ada anggaran yang belum terserap dengan baik, maka wajar dialihkan sementara ke program lain yang bisa berjalan lebih cepat. Itu bagian dari tata kelola fiskal yang sehat,” jelasnya.

Baca Juga: Nikita Mirzani Bacakan Pledoi: Ngaku Dijebak dengan Iming-iming Uang Endorse, Minta Dibebaskan dari Semua Dakwaan

Halaman:

Tags

Terkini