news

Supir Mengantuk, Mobil Travel Hantam Truk di Tol Cipularang Akibatkan 1 Penumpang Tewas dan 9 Orang Luka-luka

Senin, 13 Oktober 2025 | 16:19 WIB
Ilustrasi Garis Polisi (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Kecelakaan yang melibatkan sebuah travel Daytrans dan dump truk terjadi di Tol Cipularang KM 77 arah Jakarta, pada Senin, 13 Oktober 2025 sekitar pukul 05.10 WIB.

Insiden maut tersebut merenggut nyawa seorang penumpang di mobil travel dan melukai 9 orang lainnya.

Diungkapkan oleh Kepala Induk Patroli Jalan Raya (PJR) Cipularang, Kompol Joko Prihantono, kecelakaan terjadi akibat sopir travel diduga mengantuk.

Baca Juga: Prabowo Gelar Rapat Tertutup di Kertanegara, Bahas Devisa Ekspor hingga Program Rakyat

Benturan keras membuat bagian depan travel ringsek parah. Para penumpang panik dan berusaha keluar dari kendaraan yang hancur, sementara petugas PJR Cipularang bersama tim Jasa Marga segera mengevakuasi korban dan mengatur arus lalu lintas yang sempat tersendat.

“Diduga pengemudi travel mengantuk lalu menabrak bagian belakang sebelah kanan dump truk yang berjalan di lajur satu,” ujar Joko dalam pernyataan resminya, pada Senin, 13 Oktober 2025.

Dilaporkan 1 penumpang, Tatang Muhidin, meninggal dunia di tempat. Sementara 9 korban luka adalah Ignatius Cristian Saputra, Kristian Salomo, Aldelya, Reinitha Jasmine Ferdinand, Theresa Marbela Louis, Renisa, Gema Muhammad, Putri, dan Evander Octavianus Karyadi.

Baca Juga: Bantah Isu Pemerintah Ganggu Investasi SPBU Swasta, Menteri ESDM Bahlil: Harus Ikuti Aturan!

Pihak PJR Cipularang menjelaskan, kecelakaan terjadi di jam rawan, saat pengemudi rentan mengalami microsleep.

Berdasarkan hasil olah TKP, travel Daytrans dengan nomor polisi D 7754 AJ yang dikemudikan Ibnu Suhud (35) melaju dari arah Bandung menuju Jakarta.

Saat melintasi jalan tol di KM 77 B, kendaraan oleng ke kiri dan menabrak bagian belakang dump truk B 9256 PYV yang berada di lajur satu.

Baca Juga: Miris! Bulan Madu Berujung Maut, Pasangan Suami Istri Ditemukan Tak Sadar Diri di Penginapan Glamping

Joko menjelaskan, kecepatan tinggi dan kelelahan menjadi faktor utama yang diduga menyebabkan insiden ini.

“Kondisi pengemudi kemungkinan tidak fit, sehingga kehilangan konsentrasi sesaat dan menyebabkan kecelakaan," terangnya.

Halaman:

Tags

Terkini