Ambruknya bangunan musala Ponpes Al Khoziny tersebut terjadi di waktu Ashar, di mana para santri sedang melakukan ibadah salat berjamaah.
“Diperkirakan luas area tempat salat itu 140 jemaah dan pada saat bangunan yang runtuh ini merupakan bangunan dengan 4 lantai, di mana tempat salat lantai dasar ada lantai 1, lantai 2, lantai 3, dan lantai 4 sedang dalam pembangunan,” paparnya.
“Pada saat pelaksanaan pengecoran, terjadi kekuatan struktur yang mungkin tidak mampu menahan, sehingga terjadi kolaps yang kita namakan structure collapse,” kata Syafii.
Oleh karena itu, menurut Syafii, reruntuhan bangunan menyatu dari lantai 1 hingga lantai 4 dan disebut pancake collapse.***