INSIBERNEWS - Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Ahmad Haikal Hasan, menyebut bahwa posisi Indonesia dalam industri halal dunia kini semakin diakui. Meski ekosistemnya masih tertinggal dibanding Malaysia, Haikal menilai Indonesia sudah berada di jalur yang tepat menuju pusat industri halal global.
Dalam sebuah acara pekan ini, Haikal menuturkan bahwa kekuatan utama Indonesia bukan hanya pada jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, tapi juga pada sistem sertifikasi halal yang mulai diakui secara internasional.
Namun, ia mengakui bahwa strategi pemasaran masih menjadi tantangan utama dalam memperkuat citra Indonesia di kancah global.
Baca Juga: Remaja 14 Tahun Tewas Diduga Lompat dari Lantai 5 Spa, Keluarga Laporkan Dugaan TPPO
“Malaysia itu hebat karena marketing-nya rapi. Saya jamin, Indonesia sebenarnya lebih baik, tapi belum tahu cara menjualnya. Sekarang kita sedang menyusun strategi agar dunia melihat potensi besar kita,” ujar Haikal, Minggu (5/10/2025).
Menurutnya, logo halal Indonesia kini sudah menjadi rujukan di banyak negara. Beberapa lembaga sertifikasi halal di Timur Tengah dan Eropa disebut mulai menyesuaikan sistemnya dengan standar yang digunakan oleh Indonesia melalui BPJPH.
Baca Juga: Remaja 14 Tahun Tewas Diduga Lompat dari Lantai 5 Spa, Keluarga Laporkan Dugaan TPPO
Haikal menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan hasil kerja panjang lintas kementerian dan lembaga, yang berupaya memastikan bahwa seluruh produk yang beredar di pasar lokal maupun ekspor sudah sesuai dengan prinsip halal yang terverifikasi.
“Banyak negara mulai melihat bahwa sistem kita lebih komprehensif karena tidak hanya bicara sertifikasi, tapi juga pembinaan dan pengawasan produk halal dari hulu ke hilir,” tambahnya.
Selain pengakuan internasional, Haikal menyoroti pentingnya peran pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) dalam memperluas pasar halal nasional. Ia mendorong agar pelaku usaha tidak takut mengurus sertifikasi halal, karena kini prosesnya sudah lebih cepat dan transparan.
Pemerintah, lanjutnya, juga tengah memperkuat kolaborasi dengan sejumlah negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk membangun pusat riset halal bersama. Langkah ini diharapkan bisa memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama dalam rantai pasok produk halal dunia.
“Target kita bukan hanya jadi konsumen produk halal dunia, tapi juga jadi produsen utama. Kalau branding-nya kuat, tidak ada alasan kita tidak bisa sejajar bahkan melampaui Malaysia,” tutup Haikal.