Pramono Anung Targetkan Jakarta Masuk 50 Kota Terbaik Dunia pada 2030

Photo Author
- Selasa, 7 Oktober 2025 | 10:20 WIB
Ilustrasi Kota Jakarta (Foto : Dok/Galeri24)
Ilustrasi Kota Jakarta (Foto : Dok/Galeri24)

INSIBERNEWS - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan ambisinya untuk membawa Jakarta sejajar dengan kota-kota besar dunia dalam hal kelayakan hidup, pembangunan berkelanjutan, dan ketahanan kota.

Ia menargetkan Ibu Kota masuk dalam jajaran 50 kota terbaik di dunia pada tahun 2030 dan terus naik hingga masuk 20 besar pada 2045.

Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menerima kunjungan Centre for Liveable Cities (CLC) of Singapore di Balai Kota Jakarta, Senin (6/10/2025).

Kunjungan itu sekaligus menjadi bagian dari kegiatan 15th Leaders in Urban Governance Programme 2025, yang turut menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota percontohan di Asia Tenggara.

Baca Juga: Remaja 14 Tahun Tewas Diduga Lompat dari Lantai 5 Spa, Keluarga Laporkan Dugaan TPPO

Pramono menyampaikan apresiasinya atas dukungan CLC dalam membantu kota-kota besar mengembangkan sistem tata kelola yang berkelanjutan dan berorientasi pada kualitas hidup warganya.

Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Jakarta untuk belajar sekaligus berbagi pengalaman dengan negara lain, khususnya Singapura, yang selama ini dikenal unggul dalam manajemen kota.

“Jakarta dan Singapura menghadapi tantangan yang hampir sama, seperti kepadatan penduduk, transportasi publik, dan penataan lingkungan. Karena itu, kerja sama dan pertukaran pengetahuan seperti ini sangat penting,” ujar Pramono di sela pertemuan.

Baca Juga: Harapan Damai di Gaza Masih Gantung, Israel Enggan Hentikan Serangan

Ia menambahkan, pemerintah provinsi tengah memfokuskan berbagai kebijakan pada peningkatan kualitas udara, pengelolaan sampah terpadu, serta perluasan ruang terbuka hijau.

Selain itu, digitalisasi layanan publik juga menjadi prioritas agar warga dapat merasakan kemudahan dan efisiensi dalam berbagai urusan administratif.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus memperkuat sektor transportasi melalui pengembangan sistem terintegrasi antara MRT, LRT, TransJakarta, dan moda transportasi lainnya. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan sekaligus menurunkan emisi karbon di wilayah perkotaan.

Baca Juga: Riza Chalid Jadi Warga 'Stateless', Kejagung Ungkap Langkah Hukum Lanjutan Kasus Korupsi Minyak

Selain aspek infrastruktur, Pramono menilai pentingnya pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X