INSIBERNEWS - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menegaskan ambisinya untuk membawa Jakarta sejajar dengan kota-kota besar dunia dalam hal kelayakan hidup, pembangunan berkelanjutan, dan ketahanan kota.
Ia menargetkan Ibu Kota masuk dalam jajaran 50 kota terbaik di dunia pada tahun 2030 dan terus naik hingga masuk 20 besar pada 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono saat menerima kunjungan Centre for Liveable Cities (CLC) of Singapore di Balai Kota Jakarta, Senin (6/10/2025).
Kunjungan itu sekaligus menjadi bagian dari kegiatan 15th Leaders in Urban Governance Programme 2025, yang turut menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota percontohan di Asia Tenggara.
Baca Juga: Remaja 14 Tahun Tewas Diduga Lompat dari Lantai 5 Spa, Keluarga Laporkan Dugaan TPPO
Pramono menyampaikan apresiasinya atas dukungan CLC dalam membantu kota-kota besar mengembangkan sistem tata kelola yang berkelanjutan dan berorientasi pada kualitas hidup warganya.
Menurutnya, kolaborasi ini menjadi langkah penting bagi Jakarta untuk belajar sekaligus berbagi pengalaman dengan negara lain, khususnya Singapura, yang selama ini dikenal unggul dalam manajemen kota.
“Jakarta dan Singapura menghadapi tantangan yang hampir sama, seperti kepadatan penduduk, transportasi publik, dan penataan lingkungan. Karena itu, kerja sama dan pertukaran pengetahuan seperti ini sangat penting,” ujar Pramono di sela pertemuan.
Baca Juga: Harapan Damai di Gaza Masih Gantung, Israel Enggan Hentikan Serangan
Ia menambahkan, pemerintah provinsi tengah memfokuskan berbagai kebijakan pada peningkatan kualitas udara, pengelolaan sampah terpadu, serta perluasan ruang terbuka hijau.
Selain itu, digitalisasi layanan publik juga menjadi prioritas agar warga dapat merasakan kemudahan dan efisiensi dalam berbagai urusan administratif.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus memperkuat sektor transportasi melalui pengembangan sistem terintegrasi antara MRT, LRT, TransJakarta, dan moda transportasi lainnya. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan sekaligus menurunkan emisi karbon di wilayah perkotaan.
Baca Juga: Riza Chalid Jadi Warga 'Stateless', Kejagung Ungkap Langkah Hukum Lanjutan Kasus Korupsi Minyak
Selain aspek infrastruktur, Pramono menilai pentingnya pembangunan yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
Artikel Terkait
Adik Syahrini Ambil Foto Siomay Milik Chef Devina Untuk Jualan, Chef Devina Sebut Produk Aisyahrani Tidak Berafiliasi Dengannya dan Tidak Ada Izin
Animasi Asal Yogyakarta 'Kelly Si Kelinci' Tuai Pujian, Disebut Setara Kualitas Pixar
Izin TikTok Akhirnya Dipulihkan, Komdigi Pastikan Pengawasan Platform Digital Diperketat
Update Tragedi Ponpes Al Khoziny: 39 Santri Tewas, 23 Masih Belum Ditemukan
Pemerintah Rampungkan Aturan Baru Program Makan Bergizi Gratis, Fokus pada Keamanan dan Distribusi Daerah
Menkeu Purbaya Wacanakan Pemangkasan Anggaran Program MBG, Luhut Minta Jangan Gegabah!
Marc Marquez Kembali Apes di Mandalika, Terjatuh Usai Disenggol Bezzecchi dan Diduga Alami Cedera Bahu
Riza Chalid Jadi Warga 'Stateless', Kejagung Ungkap Langkah Hukum Lanjutan Kasus Korupsi Minyak
Harapan Damai di Gaza Masih Gantung, Israel Enggan Hentikan Serangan
Remaja 14 Tahun Tewas Diduga Lompat dari Lantai 5 Spa, Keluarga Laporkan Dugaan TPPO