“Kami sedang dalami dulu kejadiannya. Jika terbukti, tentu ada penegakan hukum agar menimbulkan efek jera,” tegasnya.
Fenomena konvoi motor yang sering menutup jalan atau bertindak seolah memiliki “hak istimewa” memang kerap menuai sorotan.
Semangat kebersamaan seharusnya tidak mengorbankan keselamatan orang lain. Namun, kasus-kasus seperti ini terus berulang, menandakan masih lemahnya kesadaran kolektif dalam berlalu lintas.
Baca Juga: Afrika Selatan Disanksi FIFA, Kemenangan Dibatalkan karena Teboho Mokoena Turun Saat Skorsing
Lebih jauh, publik menilai edukasi keselamatan jalan raya tidak boleh hanya jadi slogan. Pemerintah bersama komunitas otomotif dianggap perlu lebih aktif mengampanyekan etika berkendara, terutama kepada kelompok konvoi.
Sebab jalan raya adalah ruang bersama, dan sikap egois satu pengendara bisa berujung pada musibah besar bagi banyak orang.***