Kosongnya kursi Israel dan AS di ruang sidang PBB kini menjadi simbol yang sarat makna. Bagi sebagian orang, itu dianggap sebagai bukti enggannya dua negara tersebut terlibat dalam percakapan serius mengenai solusi damai.
Namun bagi yang lain, justru absensi itu semakin menegaskan urgensi suara negara-negara lain dalam mendorong perdamaian yang adil dan berkelanjutan.***