INSIBERNEWS - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan tidak ada tindakan intimidasi terhadap Emalia, ibu dari RR (23) yang kini disekap di China. Pernyataan ini disampaikan di Gedung Sate, Jumat (19/9), untuk menenangkan publik terkait kasus yang tengah ramai diperbincangkan.
“Nggak, kan sudah berbicara sekarang. Tidak akan ada intimidasi-intimidasian, kita lindungi,” ujar Dedi Mulyadi, menekankan bahwa Emalia mendapatkan perlindungan penuh dari pemerintah daerah.
Baca Juga: David Singleton Optimistis Timnas Basket Putra Bisa Kembali Sabet Emas di SEA Games 2025
Dedi juga menyebut telah menghubungi pihak Perlindungan Pekerja Migran Indonesia untuk menindaklanjuti kasus penyekapan yang dialami RR. Koordinasi ini bertujuan agar upaya pemulangan dan perlindungan korban berjalan lancar.
Kasus ini menjadi sorotan setelah pengacara RR, Rangga Suria Danuningrat, mengungkap perjalanan tragis korban pada Rabu (17/9).
RR dikabarkan disekap dan dipaksa menjalani eksploitasi seksual setiap hari, hingga kondisi psikologisnya sangat tertekan sampai ingin mengakhiri hidup.
Baca Juga: Tasya Farasya Kembali Aktif di Instagram, Tunjukkan Semangat Baru Usai Bercerai dengan Ahmad Assegaf
RR awalnya dibawa ke China melalui penipuan yang dilakukan sindikat perdagangan orang di beberapa wilayah, termasuk Cianjur, Bogor, dan Jakarta. Sindikat ini terdiri dari beberapa pelaku berinisial JA, Y, A, dan L alias KG.
Polisi telah menerima laporan resmi terkait kasus ini dengan nomor STTLP/B/451/IX/2025/SPKT/POLRES SUKABUMI KOTA/POLDA JAWA BARAT. Aparat kepolisian tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap pelaku sindikat.
Baca Juga: Baim Wong Akui Reputasi Merosot Usai Cerai, Bantah Isu Bangkrut
Pemerintah Jawa Barat menegaskan perlindungan terhadap keluarga korban menjadi prioritas utama. Emalia mendapat pendampingan psikologis dan koordinasi hukum agar hak-hak korban dan keluarganya terpenuhi.
Selain itu, pihak berwenang juga tengah berupaya menjalin komunikasi dengan otoritas China untuk memastikan keselamatan RR dan percepatan proses pemulangan ke Indonesia. Upaya diplomatik ini dilakukan secara intensif agar korban bisa kembali ke tanah air dalam kondisi aman.
Baca Juga: Alami Rahang Patah, Siswa SMKN Cikarang Barat Jadi Korban Perundungan Kakak Kelas
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya kewaspadaan terhadap praktik perdagangan orang. Pemerintah dan aparat hukum mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap modus penipuan yang menjerat warga ke luar negeri, sekaligus menekankan komitmen perlindungan bagi korban.***