INSIBERNEWS - Ketegangan di Jalur Gaza kembali meningkat setelah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan klaim bahwa pasukannya telah menghancurkan 50 menara hunian di Kota Gaza hanya dalam dua hari terakhir.
Menara-menara itu, menurut Netanyahu, dihancurkan sebagai bagian dari strategi militer untuk menguasai pusat kota terbesar di wilayah tersebut.
Baca Juga: Laptop untuk Siswa Sekolah Rakyat Dijanjikan Tiba Akhir September 2025
“Dalam dua hari terakhir, 50 menara ini sudah rata dengan tanah. Angkatan udara yang melakukannya,” ujar Netanyahu dalam sebuah pesan video yang dirilis pada Selasa (9/9).
Ia menegaskan serangan itu hanya merupakan awal dari operasi besar yang akan segera digencarkan.
“Semua ini hanyalah pengantar menuju operasi utama. Pasukan kami kini tengah berkumpul dan bersiap di Kota Gaza,” tambahnya.
Baca Juga: Khalid Basalamah Penuhi Panggilan Ulang KPK Terkait Kasus Kuota Haji
Netanyahu juga menyampaikan peringatan kepada warga sipil agar segera meninggalkan Kota Gaza.
“Ini baru permulaan. Karena itu saya katakan kepada warga Gaza: kalian sudah diperingatkan, segera keluar dari sana,” ucapnya.
Pernyataan keras Netanyahu langsung memicu reaksi dari Hamas. Kelompok pejuang Palestina itu menuding ucapan sang perdana menteri sebagai bentuk kebrutalan dan kejahatan yang dilakukan secara terang-terangan di depan dunia internasional.
“Ini salah satu bentuk sadisme dan kriminalitas paling keji,” tegas Hamas dalam pernyataannya.
Sejak Jumat pekan lalu, pasukan Israel memang meningkatkan intensitas serangan dengan menargetkan gedung-gedung tinggi di Kota Gaza. Gedung-gedung tersebut sebagian besar menampung ratusan pengungsi yang terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat serangan sebelumnya.
Langkah ini dinilai sebagai strategi Israel untuk mengosongkan kawasan perkotaan sebelum melakukan pendudukan darat.