INSIBERNEWS - Polisi terus mengusut kasus penculikan dan pembunuhan tragis yang menimpa Kepala Cabang Pembantu (KCP) sebuah bank di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat, berinisial MIP (37).
Perkembangan terbaru, salah satu otak penculikan terungkap merupakan seorang pengusaha bimbingan belajar (bimbel) bernama Dwi Hartono (DH).
Baca Juga: 165 Sekolah Rakyat Siap Dibuka September 2025, Gus Ipul: Akses Pendidikan Harus Merata
“Iya benar, DH adalah salah satu aktor penculikan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi, kepada wartawan pada Selasa (26/8/2025).
Selain DH, polisi juga mengungkap ada tiga nama lain yang diduga kuat menjadi aktor intelektual dalam kasus ini. Mereka adalah C, YJ, dan AA. Keempatnya kini sudah ditetapkan sebagai tersangka setelah ditangkap tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Penyanyi Senior Yetty Widjaja Tutup Usia, Musik Indonesia Kehilangan Sosok Legendaris
Menurut Ade Ary, penangkapan dilakukan dalam dua lokasi berbeda. Tiga tersangka yakni DH, YJ, dan AA berhasil diamankan di Solo, Jawa Tengah, pada 23 Agustus 2025. Sementara C diringkus sehari setelahnya, 24 Agustus 2025, di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
“Total sudah ada 15 orang yang ditangkap terkait kasus pembunuhan ini,” ungkap Ade Ary. Namun, polisi hingga kini belum merinci secara detail peran masing-masing pelaku maupun identitas lengkap mereka.
Baca Juga: Investasi Industri Otomotif Tembus Rp174 Triliun, Serap 100 Ribu Pekerja di Indonesia
Kasus ini menyita perhatian publik karena korban merupakan seorang pejabat bank yang diduga menjadi target perencanaan matang para pelaku. Penculikan yang berujung pada pembunuhan ini memperlihatkan adanya keterlibatan banyak pihak dengan peran berbeda-beda.
Keterlibatan seorang pengusaha bimbel sebagai aktor intelektual juga mengejutkan banyak orang. Pasalnya, profesi DH yang selama ini bergerak di bidang pendidikan dianggap jauh dari tindak kejahatan brutal semacam ini. Hal ini sekaligus menjadi gambaran betapa rumit dan seriusnya jaringan kasus yang sedang dibongkar kepolisian.
Polisi memastikan penyidikan akan terus berlanjut untuk menyingkap motif utama serta hubungan antar pelaku. Apalagi jumlah tersangka yang mencapai belasan orang menandakan adanya perencanaan kompleks, bukan sekadar tindak kriminal spontan.
Dengan penangkapan para aktor intelektual ini, masyarakat berharap kasus bisa segera terungkap tuntas. Publik menunggu penjelasan lebih lengkap dari kepolisian mengenai motif di balik aksi kejam tersebut, sekaligus memastikan para pelaku mendapat hukuman setimpal atas perbuatannya.