“Kalau investasi tumbuh, maka penciptaan lapangan kerja dan kegiatan ekonomi di daerah akan ikut terdorong. Jadi meskipun penerimaan negara naik, jangan sampai kebijakan perpajakan menekan ruang gerak dunia usaha,” ujar Sri Mulyani.
Para pengamat menilai, tantangan Sri Mulyani tidak ringan. Selain menjaga keseimbangan antara pajak dan investasi, pemerintah juga harus mengantisipasi dinamika global yang bisa memengaruhi aliran modal, mulai dari gejolak harga komoditas hingga ketidakpastian pasar keuangan dunia.
Namun, dengan strategi fiskal yang lebih adaptif, Indonesia diharapkan bisa menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperkuat fondasi ekonomi untuk tahun-tahun berikutnya.