“Pengawasan tidak bisa hanya dari pemerintah, tapi juga butuh keterlibatan masyarakat. Kalau ada yang melihat atau mengalami langsung, segera laporkan. Dengan begitu, peredaran beras rusak bisa kita hentikan bersama,” tambahnya.
Baca Juga: Gol Cepat Iran Junior Bikin Persik Kediri Tumbang 1-2 dari Madura United
Fenomena beras tak layak konsumsi ini juga menyoroti persoalan lebih besar, yaitu rantai distribusi pangan yang belum sepenuhnya terkontrol.
Kelangkaan beras premium yang masih berlangsung di Karimun ditengarai membuka celah bagi pedagang nakal untuk tetap menjual beras berkualitas buruk demi mengejar keuntungan.
Baca Juga: Galatasaray Ngebet Boyong Ederson, Donnarumma Siap Jadi Suksesor di Man City
Ke depan, Dinas Pangan dan Pertanian Karimun berjanji akan rutin menggelar sidak serta memperkuat kerja sama dengan aparat terkait.
Harapannya, kasus serupa tidak lagi terulang dan masyarakat bisa merasa tenang saat membeli kebutuhan pokok utama mereka, khususnya beras, yang merupakan makanan sehari-hari hampir seluruh keluarga di Indonesia.