“Pengawasan tidak bisa hanya dari pemerintah, tapi juga butuh keterlibatan masyarakat. Kalau ada yang melihat atau mengalami langsung, segera laporkan. Dengan begitu, peredaran beras rusak bisa kita hentikan bersama,” tambahnya.
Baca Juga: Gol Cepat Iran Junior Bikin Persik Kediri Tumbang 1-2 dari Madura United
Fenomena beras tak layak konsumsi ini juga menyoroti persoalan lebih besar, yaitu rantai distribusi pangan yang belum sepenuhnya terkontrol.
Kelangkaan beras premium yang masih berlangsung di Karimun ditengarai membuka celah bagi pedagang nakal untuk tetap menjual beras berkualitas buruk demi mengejar keuntungan.
Baca Juga: Galatasaray Ngebet Boyong Ederson, Donnarumma Siap Jadi Suksesor di Man City
Ke depan, Dinas Pangan dan Pertanian Karimun berjanji akan rutin menggelar sidak serta memperkuat kerja sama dengan aparat terkait.
Harapannya, kasus serupa tidak lagi terulang dan masyarakat bisa merasa tenang saat membeli kebutuhan pokok utama mereka, khususnya beras, yang merupakan makanan sehari-hari hampir seluruh keluarga di Indonesia.
Artikel Terkait
BPJS Gratis hingga Stunting, Pemerintah Gelontorkan Rp244 Triliun untuk Kesehatan di 2026
Galatasaray Ngebet Boyong Ederson, Donnarumma Siap Jadi Suksesor di Man City
Gol Cepat Iran Junior Bikin Persik Kediri Tumbang 1-2 dari Madura United
Jackson Wang Dilarikan ke Rumah Sakit karena Keracunan Makanan, Fan Sign Terpaksa Ditunda
Marco Bezzecchi Sabet Pole MotoGP Austria 2025, Tampil Ganas di Red Bull Ring
76 Anggota Paskibraka Nasional 2025 Resmi Dikukuhkan, Megawati Ingatkan Soal Nasionalisme
Presiden Prabowo Pimpin Renungan Suci di TMP Kalibata, Hening Malam Penuh Makna
Panggung Pesta Rakyat Siap Guncang Jakarta di HUT RI ke-80, Catat Lokasi dan Line Up-nya!
100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, Happy Salma dan Reza Rahadian Pentaskan Bunga Penutup Abad
KAHMI Foundation Gelar Program Makan Sehat Anak Yatim di Karawaci