Warga Karimun Resah, Beras Rusak Masih Dijual di Toko dan Swalayan

Photo Author
Adi Sutiyawan, Insibernews
- Senin, 18 Agustus 2025 | 07:38 WIB
Ilustrasi Beras (Photo : Getty Images/iStockphoto)
Ilustrasi Beras (Photo : Getty Images/iStockphoto)

INSIBERNEWS - Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menemukan adanya beras tidak layak konsumsi yang masih beredar di sejumlah toko dan swalayan.

Penemuan ini terungkap saat tim melakukan inspeksi mendadak pada Jumat, 15 Agustus 2025, setelah menerima laporan dari masyarakat yang curiga dengan kualitas beras yang dijual di pasaran.

Baca Juga: KAHMI Foundation Gelar Program Makan Sehat Anak Yatim di Karawaci

Beras yang ditemukan dalam sidak tersebut kondisinya memprihatinkan. Sebagian besar sudah berubah warna, dipenuhi kutu, bahkan mengeluarkan bau apek meski masih tersimpan dalam karung kemasan.

Fakta ini langsung menimbulkan kekhawatiran baru, apalagi saat ini masyarakat Karimun tengah dihadapkan pada kelangkaan beras premium yang tak kunjung terselesaikan.

Baca Juga: Panggung Pesta Rakyat Siap Guncang Jakarta di HUT RI ke-80, Catat Lokasi dan Line Up-nya!

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun, Sukriyanto Jaya Putra, menegaskan bahwa langkah sidak dilakukan untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.

Menurutnya, tidak boleh ada satu pun toko, minimarket, maupun swalayan yang dengan sengaja menjual beras dalam kondisi rusak karena membahayakan kesehatan pembeli.

“Kami sudah minta pemilik usaha untuk segera menarik beras-beras yang tidak layak itu. Kalau masih ditemukan dijual lagi, tentu akan ada tindakan tegas. Ini bukan hanya soal rugi materi, tapi juga menyangkut keselamatan warga,” ujar Sukriyanto.

Baca Juga: 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, Happy Salma dan Reza Rahadian Pentaskan Bunga Penutup Abad

Dia juga menambahkan, beras yang berkutu atau berbau apek bisa memicu masalah kesehatan jika tetap dikonsumsi.

Selain itu, kualitas beras yang menurun biasanya disebabkan oleh cara penyimpanan yang tidak benar, seperti ruang gudang yang lembap atau terlalu lama menimbun stok tanpa perputaran yang baik.

Sukriyanto pun mengimbau warga agar lebih cermat ketika membeli beras. Jangan hanya melihat kemasan luar, tetapi juga memperhatikan kondisi isi.

Jika menemukan adanya beras rusak atau mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor agar pihak dinas bisa menindaklanjutinya dengan cepat.

Halaman:

Editor: Adi Sutiyawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X