INSIBERNEWS - Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, menemukan adanya beras tidak layak konsumsi yang masih beredar di sejumlah toko dan swalayan.
Penemuan ini terungkap saat tim melakukan inspeksi mendadak pada Jumat, 15 Agustus 2025, setelah menerima laporan dari masyarakat yang curiga dengan kualitas beras yang dijual di pasaran.
Baca Juga: KAHMI Foundation Gelar Program Makan Sehat Anak Yatim di Karawaci
Beras yang ditemukan dalam sidak tersebut kondisinya memprihatinkan. Sebagian besar sudah berubah warna, dipenuhi kutu, bahkan mengeluarkan bau apek meski masih tersimpan dalam karung kemasan.
Fakta ini langsung menimbulkan kekhawatiran baru, apalagi saat ini masyarakat Karimun tengah dihadapkan pada kelangkaan beras premium yang tak kunjung terselesaikan.
Baca Juga: Panggung Pesta Rakyat Siap Guncang Jakarta di HUT RI ke-80, Catat Lokasi dan Line Up-nya!
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Karimun, Sukriyanto Jaya Putra, menegaskan bahwa langkah sidak dilakukan untuk memastikan keamanan pangan bagi masyarakat.
Menurutnya, tidak boleh ada satu pun toko, minimarket, maupun swalayan yang dengan sengaja menjual beras dalam kondisi rusak karena membahayakan kesehatan pembeli.
“Kami sudah minta pemilik usaha untuk segera menarik beras-beras yang tidak layak itu. Kalau masih ditemukan dijual lagi, tentu akan ada tindakan tegas. Ini bukan hanya soal rugi materi, tapi juga menyangkut keselamatan warga,” ujar Sukriyanto.
Baca Juga: 100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, Happy Salma dan Reza Rahadian Pentaskan Bunga Penutup Abad
Dia juga menambahkan, beras yang berkutu atau berbau apek bisa memicu masalah kesehatan jika tetap dikonsumsi.
Selain itu, kualitas beras yang menurun biasanya disebabkan oleh cara penyimpanan yang tidak benar, seperti ruang gudang yang lembap atau terlalu lama menimbun stok tanpa perputaran yang baik.
Sukriyanto pun mengimbau warga agar lebih cermat ketika membeli beras. Jangan hanya melihat kemasan luar, tetapi juga memperhatikan kondisi isi.
Jika menemukan adanya beras rusak atau mencurigakan, masyarakat diminta segera melapor agar pihak dinas bisa menindaklanjutinya dengan cepat.
Artikel Terkait
BPJS Gratis hingga Stunting, Pemerintah Gelontorkan Rp244 Triliun untuk Kesehatan di 2026
Galatasaray Ngebet Boyong Ederson, Donnarumma Siap Jadi Suksesor di Man City
Gol Cepat Iran Junior Bikin Persik Kediri Tumbang 1-2 dari Madura United
Jackson Wang Dilarikan ke Rumah Sakit karena Keracunan Makanan, Fan Sign Terpaksa Ditunda
Marco Bezzecchi Sabet Pole MotoGP Austria 2025, Tampil Ganas di Red Bull Ring
76 Anggota Paskibraka Nasional 2025 Resmi Dikukuhkan, Megawati Ingatkan Soal Nasionalisme
Presiden Prabowo Pimpin Renungan Suci di TMP Kalibata, Hening Malam Penuh Makna
Panggung Pesta Rakyat Siap Guncang Jakarta di HUT RI ke-80, Catat Lokasi dan Line Up-nya!
100 Tahun Pramoedya Ananta Toer, Happy Salma dan Reza Rahadian Pentaskan Bunga Penutup Abad
KAHMI Foundation Gelar Program Makan Sehat Anak Yatim di Karawaci