Polemik ini sebelumnya mencuat setelah muncul informasi bahwa acara pernikahan yang memutar musik berlisensi harus membayar royalti. Banyak pihak menilai kebijakan tersebut terlalu kaku, sementara yang lain berpendapat hal itu wajar untuk melindungi hak seniman.
Dengan suara lantang, Willy menutup pernyataannya bahwa hukum harus berpihak pada rasa keadilan masyarakat.
“Kita harus ingat, Indonesia dibangun di atas gotong royong. Jangan sampai aturan justru menjauhkan kita dari semangat itu,” pungkasnya.***