INSIBERNEWS - Anak perusahaan PT Pertamina (Persero), PT Kilang Pertamina Internasional secara perdana akan mengirimkan Sustainable Aviation Fuel (SAF) atau bahan bakar pesawat (avtur) untuk digunakan
Seperti yang diketahui, produk SAF Pertamina ini menjadi bahan bakar ramah lingkungan karena memiliki bahan baku minyak jelantah di Kilang RU IV Cilacap, Jawa Tengah.
Sesuai dengan pengumuman saat konferensi pers di Gedung Patra Graha Cilacap, Jawa Tengah pada Selasa, 12 Agustus lalu, dalam pengiriman perdana ini terdapat 32 kiloliter produk SAF yang dikirim.
Baca Juga: BYD Kuasai 54 Persen Pasar EV Indonesia, Penjualan Tembus Puluhan Ribu Unit di 2025
“Ini adalah karya luar biasa anak bangsa yang membuktikan bahwa kita mampu membuat terobosan besar, kita mampu menjadi pelopor di Asia Tenggara,” ujar Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Irawan, dikutip dari laman resmi Pertamina pada Kamis, 14 Agustus 2025.
Saat ini, campuran minyak jelantah dalam produk SAF di Kilang Cilacap adalah 3 persen dengan total jumlah produksinya mencapai 1.200 kiloliter setiap harinya.
Dengan 3 persen minyak jelantah tersebut, berarti masih ada kandungan minyak fosil sebanyak 97 persen hingga 97,5 persen dalam hasil SAF.
Baca Juga: Agensi Secret Number Tuai Kritik, Usai Umumkan 4 Member Baru, Kok bisa?
Adapun terkait sumber minyak jelantahnya sendiri, PT Pertamina Patra Niaga mengumpulkannya dari masyarakat lewat SPBU dan grosir dari asosiasi pengumpul.
Diketahui kini ada 25 SPBU yang menjadi lokasi masyarakat bisa mengumpulkan minyak jelantah dan diproyeksikan akan ada lebih dari 6.000 SPBU yang akan digunakan hingga potensi cakupan secara nasional.
Penggunaan SAF untuk penerbangan komersial akan dimulai oleh Pelita Air pada 20 Agustus 2025 dengan rute terbang Jakarta-Denpasar.
Artikel Terkait
Fahri Hamzah Minta Maaf Target 3 Juta Rumah 2025 Belum Bisa Tercapai
Elon Musk Ancam Gugat Apple, Tuduh Manipulasi Peringkat Aplikasi AI di App Store
Fakta Menarik Dinda, Member Baru SECRET NUMBER dari Indonesia
DPP PDIP Gelar Rapat Perdana Pasca Kongres, Publik Tunggu Pengumuman Sekjen Baru
Ariel NOAH Soroti Isu Royalti, Takut Lagu Indonesia Kalah di Rumah Sendiri
BYD Kuasai 54 Persen Pasar EV Indonesia, Penjualan Tembus Puluhan Ribu Unit di 2025