news

Fahri Hamzah Minta Maaf Target 3 Juta Rumah 2025 Belum Bisa Tercapai

Kamis, 14 Agustus 2025 | 14:31 WIB
Wamen PKP Fahri Hamzah: Selesaikan Tiga Tantangan Utama Demi Wujudkan Program 3 Juta Rumah (Foto : Istimewa)

INSIBERNEWS - Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fahri Hamzah menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat terkait target ambisius pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan pemerintah. Ia mengakui, target tersebut belum bisa terealisasi pada tahun 2025.

Menurut Fahri, ada sejumlah indikator kinerja utama atau KPI yang harus dicapai Kementerian PKP untuk mewujudkan program ini.

KPI tersebut meliputi renovasi rumah rakyat, penataan kawasan, pembangunan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU), hingga penyediaan 1 juta unit hunian baru di kawasan perkotaan.

Baca Juga: Agnez Mo Menang di Kasasi, Bebas dari Kewajiban Bayar Denda Rp 1,5 Miliar ke Ari Bias

Sayangnya, hingga pertengahan tahun ini, belum ada satu pun KPI yang berhasil direalisasikan. Fahri menyebut hambatan utama terletak pada persoalan anggaran yang belum cair sesuai kebutuhan.

“Target renovasi rumah dalam program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya) tertunda karena aturan baru baru terbit dua pekan lalu,” jelas Fahri, Kamis (14/8/2025).

Baca Juga: Bikin Kagum! Sabrina Chairunnisa Istri Deddy Corbuzier Biayai Pendidikan Hampir 90 Anak!

Akibatnya, pencairan dana bantuan belum dapat dilakukan. Proses administrasi juga masih memerlukan waktu, mulai dari penyusunan Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis), hingga tahap sosialisasi dan pendataan calon penerima manfaat.

Fahri menegaskan, pemerintah tetap berkomitmen menjalankan program ini, meskipun realisasinya meleset dari target waktu.

Menurutnya, keberhasilan program 3 juta rumah memerlukan koordinasi lintas sektor, keterlibatan pemerintah daerah, serta dukungan anggaran yang konsisten.

Baca Juga: Ari Lasso Terima Kabar Anak Jadi Korban Perampokan, Reaksi Profesionalnya Jadi Sorotan

Ia juga menyoroti pentingnya penataan kawasan yang tidak hanya fokus pada pembangunan fisik rumah, tetapi juga memperhatikan fasilitas pendukung seperti jalan lingkungan, saluran air, taman, dan ruang terbuka publik agar kualitas hidup warga meningkat.

“Pembangunan rumah bukan hanya soal jumlah unit, tapi juga soal layak huni dan lingkungan yang sehat,” tambahnya.

Baca Juga: 61 Ribu Lebih Warga Palestina Gugur di Gaza, Korban Terus Bertambah di Tengah Perang Tanpa Henti

Halaman:

Tags

Terkini