INSIBERNEWS — Kim Keon Hee, mantan Ibu Negara Korea Selatan, resmi ditahan pada Selasa (12/8) setelah Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengeluarkan surat perintah penangkapan.
Keputusan ini muncul setelah sidang terkait permintaan penahanan yang diajukan oleh tim jaksa khusus atas tuduhan serius, termasuk dugaan campur tangan pemilu dan penerimaan suap.
Kim segera dibawa ke Pusat Penahanan Seoul Selatan tak lama setelah putusan dibacakan. Ia akan menjalani masa tahanan awal sambil menunggu proses hukum lanjutan.
Baca Juga: Jefri Nichol Ngaku Makan Daging Babi Demi Lawan El Rumi, Netizen Heboh!
Penangkapan ini menjadi catatan sejarah baru di Korea Selatan karena untuk pertama kalinya mantan Presiden dan mantan Ibu Negara ditahan secara bersamaan.
Yoon Suk Yeol, suami Kim dan mantan Presiden Korea Selatan, sudah lebih dulu berada di tahanan sejak bulan lalu.
Kasus yang menjerat pasangan ini memicu perdebatan luas di masyarakat dan menjadi sorotan media internasional.
Baca Juga: Punya 2 Anak dan 9 Tahun Pacaran, Cristiano Ronaldo Akhirnya Lamar Georgina
Min Joong Ki, Jaksa Khusus yang ditunjuk pada Juni 2025, adalah pihak yang mengajukan permintaan penahanan terhadap Kim.
Pengajuan dilakukan lima hari sebelum surat perintah resmi keluar, dengan alasan adanya kekhawatiran Kim akan menghilangkan atau merusak barang bukti penting.
Pihak pengacara Kim menegaskan bahwa kliennya membantah seluruh 16 tuduhan yang diarahkan kepadanya.
Baca Juga: Ramai Film Merah Putih: One For All, Menbud Fadli Zon Harap Bisa Jadi Pembangkit Nasionalisme
Mereka mengklaim Kim selalu bersikap kooperatif selama proses pemeriksaan, meski mengaku kondisi kesehatannya menurun. Menurut pembelaannya, tuduhan tersebut bermuatan politis.
Kim pernah menyampaikan permintaan maaf publik pada awal pemeriksaan, menyebut dirinya “bukan siapa-siapa” dan meminta masyarakat tidak menaruh perhatian berlebihan padanya.
Meski begitu, sorotan media dan publik tetap tertuju padanya.
Baca Juga: Azizah Salsha Resmi Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Bareskrim soal Perselingkuhan
Sebelum menjadi Ibu Negara, Kim dikenal sebagai CEO perusahaan seni pameran Covana Contents.
Namun reputasinya tercoreng ketika Sookmyung Women’s University dan Kookmin University mencabut gelar akademiknya akibat temuan plagiarisme.
Namanya juga pernah terseret dalam skandal “tas Dior” pada 2022 ketika menerima hadiah tas mewah dari seorang pengusaha.
Baca Juga: Pajak Adil dan Progresif: Kunci Meningkatkan Pendapatan Negara Tanpa Bebani Rakyat kecil
Insiden ini memicu krisis kepercayaan publik terhadap pemerintahan Yoon Suk Yeol.
Dalam dakwaan terbaru, Kim dituduh menerima berbagai barang mewah seperti kalung berlian, dua tas Chanel, dan liontin Van Cleef senilai sekitar 60 juta won tanpa melaporkannya sebagaimana diwajibkan undang-undang.
Dugaan suap ini disebut sebagai strategi pihak tertentu untuk mendapatkan keuntungan politik dan ekonomi.
Baca Juga: Miris! Dua Siswa SD Kelas Satu Meninggal Dunia Saat Ekstrakurikuler Renang Perdana
Selain itu, Kim juga dikaitkan dengan Myung Tae Kyun, broker politik yang diduga mengatur penunjukan calon legislatif melalui lembaga riset politik.
Myung dituduh melakukan polling ilegal dan memanipulasi proses politik untuk kepentingan kelompok tertentu.
Kim kini ditempatkan di sel terpisah dari suaminya di penjara selatan Seoul. Pemisahan ini bertujuan mencegah potensi intervensi atau komunikasi yang dapat memengaruhi penyidikan.
Baca Juga: APBD DKI 2026 Tembus Rp95,3 Triliun, Tumbuh di Tengah Inflasi Terkendali
Sejak berakhirnya masa jabatan Yoon, Kim tidak lagi mendapatkan perlindungan dari Pasukan Pengamanan Presiden.
Kasus ini diperkirakan akan memasuki tahap dakwaan resmi dalam enam bulan ke depan.
Banyak pengamat menilai proses hukum terhadap Kim Keon Hee dan Yoon Suk Yeol sebagai salah satu skandal politik terbesar dalam sejarah modern Korea Selatan, dengan dampak signifikan terhadap stabilitas politik negara tersebut.
Baca Juga: Tampil Cetar dengan Lipstik Merah Merona di Hari Kemerdekaan, Why Not? Berikut Rekomendasinya