news

Bupati Indramayu Lucky Hakim Lepas Ribuan Ular untuk Lawan Hama Tikus, Apakah Ini Solusi Tepat?

Minggu, 10 Agustus 2025 | 10:18 WIB
Lucky Hakim lepaskan ular untuk lawan hama tikus di Indramayu secara alami. (@luckyhakimofficial)

INSIBERNEWS — Aktor sekaligus Bupati Indramayu, Lucky Hakim, kembali membuat gebrakan dalam dunia pertanian dengan melepas ribuan ekor ular lanang sapi (Coelognathus radiatus) ke sawah.

Langkah ini merupakan bagian dari program "Ular Sahabat Tani" yang bertujuan memberantas hama tikus yang selama ini sangat meresahkan para petani di daerah tersebut.

Lucky Hakim, yang dikenal sebagai figur publik sekaligus pemimpin daerah yang peduli dengan kesejahteraan petani.

Baca Juga: Geger! El Rumi Kalahkan Jefri Nichol Kurang dari 1 Menit di Ring Tinju!

Menjelaskan bahwa ular lanang sapi sebenarnya adalah fauna asli Indramayu yang berperan sebagai predator alami tikus.

"Dulu, populasi tikus dapat dikendalikan dengan alami karena adanya ular, biawak, dan burung hantu," ungkap Lucky saat melepas ular di area persawahan.

Namun, rasa takut dan stigma negatif terhadap ular membuat banyak warga membunuh hewan tersebut. Tidak hanya ular, biawak dan burung hantu pun menjadi sasaran perburuan.

Baca Juga: Sambut Mitra Finansial Tanah Air di Taiwan, Sebanyak 5 Ribu Orang Padati 'BRI Taipei Teman Seperjuangan PMI'

Akibatnya, predator alami tikus berkurang drastis sehingga populasi tikus berkembang tak terkendali dan menyebabkan kerugian besar bagi petani.

"Akibat perburuan predator alami, ledakan hama tikus menjadi tidak terkendali," tambah Lucky.

Program ini mendapat dukungan dari sejumlah YouTuber dan influencer yang peduli dengan pertanian ramah lingkungan.

Baca Juga: Tingkat Penolakan Menyusui di Tempat Umum Masih Tinggi, Ini Data dan Analisisnya

Mereka membantu menyebarkan edukasi tentang pentingnya predator alami dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung upaya pemerintah daerah mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya.

Lucky menilai pelepasan ular ini jauh lebih aman dan berkelanjutan dibanding penggunaan racun atau alat penyetrum yang bisa membahayakan manusia dan lingkungan.

"Ini adalah cara yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan," tegasnya.

Baca Juga: Miris! Standar Cantik Korea Dorong Remaja ke Jurang Anoreksia

Sebelumnya, Lucky juga pernah melepas burung hantu ke persawahan sebagai predator alami tikus. Pelepasan ular lanang sapi ini menjadi kelanjutan dari program tersebut dengan harapan hasil yang lebih optimal.

Coelognathus radiatus, atau ular lanang sapi, merupakan jenis ular tidak berbisa yang efektif memangsa tikus dan hama lain tanpa membahayakan manusia.

Ini menjadikannya pilihan ideal untuk program pengendalian hama berbasis ekosistem.

Baca Juga: Arie Untung Malah Buntung, Dua Kali Tertipu Sepatu Online Jutaan Rupiah

Meski begitu, muncul pertanyaan, apakah metode pelepasan ular ini benar-benar solusi tepat?

Dari sisi ekologi, metode ini masuk akal karena memanfaatkan siklus alami predator dan mangsa, membantu menurunkan ketergantungan terhadap pestisida kimia dan mengurangi pencemaran lingkungan.

Namun, tantangan terbesar terletak pada sisi sosial. Karena ular selama ini dianggap menakutkan, masyarakat bisa saja takut atau menolak keberadaan ular di sawah.

Baca Juga: Terbongkar! Artis Kpop Harus Bayar Miliaran untuk Tampil di KCON 2025

Jika edukasi dan sosialisasi tidak memadai, ular yang dilepas bisa saja dibunuh kembali, sehingga program kurang efektif.

Selain itu, penting untuk memastikan ular yang dilepas tidak mengganggu ekosistem lain atau menimbulkan konflik baru, misalnya dengan hewan peliharaan atau manusia di sekitar.

Dari segi keamanan, ular lanang sapi tidak berbisa dan relatif aman, namun perlu edukasi agar petani tahu cara berinteraksi agar tidak terjadi risiko.

Baca Juga: Meski Terdapat Polemik Soal Kualitas, Mentan Amran Pastikan Beras Premium di Ritel Aman Dikonsumsi

Dengan demikian, program ini bisa dikatakan tepat dan inovatif jika didukung oleh edukasi yang baik, pengawasan ketat, dan partisipasi aktif masyarakat.

Metode ini menawarkan alternatif ramah lingkungan yang bisa menjadi model bagi daerah lain.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan tekanan lingkungan yang meningkat, upaya seperti yang dilakukan Lucky Hakim sangat penting untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan yang sehat dan aman.

Baca Juga: Punya Popularitas Tinggi di Indonesia, Justin Hubner Ungkap Merasa Seperti Ronaldo hingga Raih 3,8 Juta Followers di Instagram

Bupati Lucky mengajak semua pihak, terutama masyarakat Indramayu, untuk mendukung program "Ular Sahabat Tani" demi masa depan pertanian yang lebih baik dan lestari.

Apakah langkah berani ini akan berhasil mengembalikan keseimbangan ekosistem dan melindungi hasil panen petani?

Waktu dan dukungan masyarakat akan menjadi kunci keberhasilannya.

Baca Juga: Yuk Kenalan dengan Faishal Tanjung, Musisi dan Eksekutif Muda Suami Nadin Amizah

Tags

Terkini