news

Warga Malang Diimbau Mengungsi Saat Karnaval Sound Horeg, Pemdes: Demi Kenyamanan Bersama

Kamis, 24 Juli 2025 | 08:10 WIB
Karnaval Sound Horeg di Malang (Foto : istimewa)

INSIBERNEWS - Suasana Dusun Karangjuwet, Desa Donowarih, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang bakal ramai luar biasa pada Rabu, 23 Juli 2025 sore.

Pasalnya, desa ini akan menggelar karnaval dalam rangka Bersih Dusun, tradisi yang rutin dilakukan dua tahun sekali. Tapi yang jadi perhatian bukan hanya kemeriahannya—melainkan juga keberadaan sound system bertenaga besar alias sound horeg yang menyertainya.

Baca Juga: Daftar Pemain Kamboja yang Kena Kartu Kuning vs Vietnam di Piala AFF U23 2025, Salah Satunya Kong Lyhour

Untuk itu, Pemerintah Desa Donowarih mengeluarkan surat pemberitahuan yang cukup tak biasa. Dalam surat tersebut, warga yang tinggal di sekitar Jalan Raya Karangjuwet—terutama yang memiliki bayi, anak kecil, lansia, atau anggota keluarga yang sedang sakit—diminta untuk menjaga jarak atau mengungsi sementara selama acara berlangsung.

“Imbauan ini dibuat demi kenyamanan dan keselamatan bersama. Mengingat suara dari sound horeg cukup keras dan bisa mengganggu, kami minta pengertian warga untuk sementara waktu menjauh dari lokasi,” demikian kutipan dalam surat tersebut.

Baca Juga: TRAGIS! Anggota TNI di Medan Tega Bunuh Istri, Korban Ditusuk 3 Kali hingga Tewas

Sekretaris Desa Donowarih, Ary Widya Hartono, membenarkan bahwa surat imbauan itu memang resmi dikeluarkan oleh pihak desa. Ia menyebut bahwa langkah ini merupakan bentuk antisipasi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Menurut Ary, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dan presentasi langsung ke pihak kepolisian untuk mendapatkan izin pelaksanaan acara.

Baca Juga: Sering Sembelit? Itu Bisa Jadi Tanda Kanker Kolon Mengintai Tubuhmu Diam-Diam!

“Ini tradisi lokal yang sudah turun-temurun, jadi kegiatan karnaval ini murni swadaya masyarakat. Kami sudah paparkan semua rencana ke polisi dan surat ini juga bagian dari upaya kami untuk tetap menjaga ketertiban,” ungkap Ary saat dikonfirmasi, Rabu (23/7).

Ia menambahkan bahwa sejauh ini tidak ada warga yang menolak karnaval maupun surat imbauan yang dikeluarkan desa. Bahkan, salah satu RT ikut meramaikan acara dengan membuat mobil hias sendiri sebagai bentuk dukungan terhadap tradisi tersebut.

Baca Juga: Jadwal Filipina vs Vietnam Semifinal Piala AFF U23 2025, Ternyata.....

“Malah warga senang. Ada RT yang bikin mobil hias sendiri. Jadi ya nggak semua orang alergi sama sound horeg. Kami juga tidak memaksa, yang merasa terganggu bisa memilih untuk menjauh sebentar,” ujarnya.

Ternyata, imbauan itu tidak dianggap angin lalu. Beberapa warga mengaku sudah memutuskan untuk mengungsi ke rumah saudaranya atau pindah ke bagian belakang rumah yang lebih jauh dari sumber suara.

Halaman:

Tags

Terkini