INSIBERNEWS - Kasus pembunuhan bernuansa konflik keluarga kembali menggegerkan warga Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan.
Seorang pemuda bernama Amsal Arianto, 22 tahun, ditangkap polisi usai diduga menghabisi nyawa Azis Daeng Beta, yang tak lain adalah mantan ayah tirinya sendiri.
Peristiwa berdarah ini dipicu oleh emosi dan dendam yang telah lama dipendam pelaku. Menurut keterangan pihak kepolisian, Amsal merasa sakit hati karena korban terus mencoba membujuk ibu kandungnya untuk kembali menjalin hubungan.
Upaya rujuk itu justru membuat Amsal tersulut emosi, terlebih karena korban disebut tak pernah benar-benar akur dengannya selama ini.
Baca Juga: WNI Ditangkap di Korea Selatan Usai Liburan Mewah ke Jepang dengan Kartu Kredit Curian
"Motif sementaranya adalah sakit hati, pelaku merasa terganggu dengan sikap korban yang terus mendekati ibunya meski status mereka sudah tidak lagi sebagai suami istri," kata Kasatreskrim Polres Gowa, AKP Bachtiar, saat konferensi pers, Rabu, 16 Juli 2025.
Baca Juga: Akui Nikahi Mulan Saat Acara Sunatan Anak, Ahmad Dhani Klarifikasi atau Blunder Lagi?
Ketegangan antara Amsal dan Azis akhirnya memuncak dalam pertengkaran hebat. Cekcok panas itu berubah jadi aksi brutal ketika pelaku mengejar korban di jalan dan menikamnya dengan sebilah badik yang sudah disiapkan. Tikaman itu mengenai bagian vital tubuh korban hingga menyebabkan nyawanya tak tertolong.
Baca Juga: Kasih Sayang atau Cari Panggung? Aksi Mayang untuk Gala Dipertanyakan, Ini Kata Fuji
"Korban sempat mencoba menghindar, tapi dikejar dan ditikam di tengah jalan. Penikaman terjadi secara tiba-tiba," ungkap Bachtiar.
Usai kejadian, pelaku sempat melarikan diri namun tak lama kemudian berhasil diamankan oleh aparat kepolisian. Amsal kini ditahan di Mapolres Gowa untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Dalam pemeriksaan, ia mengakui seluruh perbuatannya dan menyesal, namun tetap bersikukuh bahwa tindakannya dipicu oleh tekanan batin yang selama ini dirasakan.