INSIBERNEWS – Dugaan malpraktik medis yang menimpa Ratih Raynada (30), warga Bekasi yang mengalami kelumpuhan total usai menjalani operasi caesar di RSUD Kota Bekasi, mengundang perhatian luas.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyatakan telah turun langsung untuk menyelidiki kasus yang mulai ramai diperbincangkan publik sejak beberapa hari terakhir.
“Saya sudah terima laporan dari masyarakat dan langsung lakukan investigasi ke RSUD. Kami telah bertemu dengan manajemen rumah sakit untuk menggali informasi lebih dalam,” ujar Tri kepada awak media, Senin (30/6).
Tri menegaskan bahwa pemerintah kota tak akan lepas tangan. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab moral dan institusional dalam menjamin pemulihan kondisi pasien, terlepas dari siapa yang bersalah. Ia meminta pihak rumah sakit memberikan fasilitas rehabilitasi terbaik untuk Ratih demi mendukung proses kesembuhannya.
Baca Juga: Aksi Premanisme di Proyek Lotte Chemical Cilegon Digagalkan, Polda Banten Ciduk 7 Pelaku
“Saya sudah minta laporan lengkap terkait kondisi medisnya. Bahkan, saya juga minta IDI untuk meninjau kembali proses pengobatannya,” ujar Tri.
Dari hasil pemantauan sementara, ia menyebut prosedur medis yang dilakukan disebut telah sesuai dengan standar operasional (SOP). Namun, Tri mengakui ada catatan penting dalam aspek komunikasi antara pihak RS dan keluarga pasien.
Baca Juga: Balik ke 'Rumah Kedua', Maher Zain Ngaku Kangen Sate, Ubi Cilembu, dan Rendang
“Yang perlu dibenahi itu adalah komunikasi. Keluarga pasien butuh kejelasan sejak awal sampai akhir. Kalau memang ada kesalahan, harus disampaikan dengan jujur. Tapi kalau tidak, juga perlu dijelaskan secara utuh supaya tidak menimbulkan salah paham,” katanya.
Baca Juga: David Fincher Dirumorkan Bakal Sutradarai 'Squid Game' Versi Amerika, Beneran?
Di sisi lain, Direktur RSUD Kota Bekasi, dr. Kusnanto Saidi, membantah adanya malpraktik. Ia menegaskan bahwa tindakan medis terhadap Ratih dilakukan sesuai prosedur dan tidak ada pelanggaran etik dalam prosesnya.
“Pasien baru kembali kontrol ke rumah sakit pada Desember 2024, sekitar tiga bulan setelah operasi. Selama itu tidak ada laporan keluhan yang disampaikan ke kami,” ungkap Kusnanto.
Baca Juga: Petisi Larang Suga BTS Tampil di TV Usai Kasus DUI, KBS Mulai Disorot Publik