INSIBERNEWS – Pemerintah Indonesia kembali menegaskan sikap politik luar negerinya yang konsisten dalam menjunjung tinggi kedaulatan negara dan perdamaian dunia.
Menteri Luar Negeri Sugiono menyatakan Indonesia mengecam keras serangan Israel ke Iran, khususnya terhadap instalasi nuklir yang dinilai melanggar hukum internasional dan membahayakan stabilitas kawasan.
Baca Juga: Aksi Premanisme di Proyek Lotte Chemical Cilegon Digagalkan, Polda Banten Ciduk 7 Pelaku
Pernyataan itu disampaikan Menlu Sugiono dalam rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (30/6/2025).
Dalam forum tersebut, Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia menolak segala bentuk agresi yang melanggar batas wilayah suatu negara, apalagi jika menyasar fasilitas sensitif seperti nuklir.
Baca Juga: Balik ke 'Rumah Kedua', Maher Zain Ngaku Kangen Sate, Ubi Cilembu, dan Rendang
“Kita mengutuk serangan apa pun yang melanggar kedaulatan negara mana pun, khususnya yang terjadi kemarin, yang dilakukan Israel dan merupakan pelanggaran terhadap wilayah dan kedaulatan suatu negara,” tegasnya di hadapan para anggota dewan.
Baca Juga: David Fincher Dirumorkan Bakal Sutradarai 'Squid Game' Versi Amerika, Beneran?
Sugiono menyoroti bahaya besar jika instalasi nuklir dijadikan target militer. Menurutnya, tindakan semacam itu bukan hanya menimbulkan kerugian langsung, tetapi juga menciptakan risiko besar bagi keamanan manusia dan lingkungan hidup secara luas.
“Hukum internasional sudah jelas melarang menjadikan instalasi nuklir sebagai sasaran. Serangan ke fasilitas itu tidak hanya berisiko tinggi, tapi juga mengganggu stabilitas kawasan dan melemahkan rezim nonproliferasi senjata nuklir dunia,” paparnya.
Baca Juga: Petisi Larang Suga BTS Tampil di TV Usai Kasus DUI, KBS Mulai Disorot Publik
Ia menambahkan bahwa tindakan Israel ini sangat kontraproduktif terhadap upaya global dalam menjaga perdamaian dan mencegah penyebaran senjata pemusnah massal. Indonesia, kata Sugiono, tetap berada pada posisi yang tegas dalam mendukung sistem internasional yang adil dan berbasis aturan.
Dalam kesempatan yang sama, Sugiono juga menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar terhadap isu ini.
Menurutnya, Presiden menekankan pentingnya menjaga relasi baik dengan seluruh negara, baik yang berdekatan maupun yang berada jauh secara geografis.