INSIBERNEWS - Sifilis memang bukan penyakit baru, tapi masih banyak yang belum benar-benar paham soal gejalanya. Lebih parahnya lagi, banyak orang menunda ke dokter karena malu, takut, atau merasa itu bukan hal serius.
Padahal, semakin cepat sifilis terdeteksi, semakin mudah pula pengobatannya. Justru kalau dibiarkan, penyakit ini bisa merusak organ dalam dan berdampak fatal di jangka panjang.
Baca Juga: Dulu Dekat Kini Jauh, Yoo Jae Suk Ceritakan Perubahan Hubungan dengan Song Joong Ki
Gejala awal sifilis biasanya muncul dalam bentuk luka kecil tak terasa sakit di area kelamin, anus, atau mulut. Luka ini dikenal sebagai chancre, dan bisa dengan mudah disangka iritasi biasa atau luka akibat goresan. Karena tidak menimbulkan nyeri, banyak penderita yang tidak sadar sudah terinfeksi dan terus menjalani aktivitas seksual seperti biasa, tanpa pengaman.
Baca Juga: Menteri Karding Akui Tak Punya Wewenang, Berikut Dua Tugasnya Terkait Loker Luar Negeri dari Prabowo
Jika tidak segera ditangani, sifilis akan masuk ke tahap sekunder. Pada fase ini, penderitanya bisa mengalami ruam kulit, demam, sakit kepala, hingga pembengkakan kelenjar getah bening.
Ruam bisa muncul di telapak tangan atau kaki—area yang jarang terkena ruam dari penyakit lain—dan sering kali tidak gatal. Gejala ini bisa muncul dan menghilang secara bergantian, sehingga orang cenderung mengabaikannya.
Baca Juga: IDF Dituding Tembaki Warga Sipil di Gaza, Israel: Itu Fitnah, Bukan Kebijakan Militer Kami
Setelah fase sekunder, sifilis bisa masuk ke tahap laten, di mana penyakitnya tidak menimbulkan gejala sama sekali, tapi tetap aktif di dalam tubuh. Di sinilah bahaya sebenarnya.
Seseorang bisa terlihat sehat tapi diam-diam membawa infeksi yang berisiko menyebar ke pasangan seksualnya. Tahap laten ini bisa berlangsung bertahun-tahun, hingga akhirnya berkembang ke tahap tersier yang lebih berbahaya.
Baca Juga: Memo Titipan Siswa SMBP di Penerimaan Murid Baru Bikin Heboh, Wakil Ketua DPRD Banten Klarifikasi
Pada tahap tersier, sifilis bisa menyebabkan kerusakan pada otak, jantung, sistem saraf, dan organ tubuh lainnya. Inilah yang sering tidak diketahui banyak orang. Hanya karena merasa sehat atau malu periksa ke dokter, infeksi yang seharusnya bisa ditangani di awal malah berujung pada komplikasi serius.
Baca Juga: Soroti Kondisi Wajah Jokowi, Begini Komentar Richard Lee sang Dokter Kecantikan
Jadi, jangan tunggu sampai terlambat. Kalau kamu merasa punya riwayat seksual berisiko atau melihat gejala yang mencurigakan, lebih baik periksa ke fasilitas kesehatan. Sifilis bukan aib, tapi penyakit yang bisa diobati. Yang jadi masalah justru kalau kamu diam-diam menyimpan penyakit ini dan membahayakan diri sendiri maupun orang lain.