INSIBERNEWS - Indonesia menorehkan prestasi gemilang dalam upaya mewujudkan kemandirian energi. Presiden Prabowo Subianto, meski berhalangan hadir secara fisik karena kondisi cuaca, secara resmi meresmikan peningkatan produksi minyak mentah sebesar 30.000 barel per hari di Proyek Banyu Urip, Blok Cepu, Bojonegoro, Jawa Timur. Peresmian ini dilakukan secara virtual, bertepatan dengan peresmian sejumlah proyek energi terbarukan di 15 provinsi lainnya.
Baca Juga: Bertahun-Tahun Didera KDRT! Istri Nekat Racuni Suami hingga Tewas, Jasad Disembunyikan 40 Hari
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya, Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, meresmikan pengoperasian dan pembangunan energi terbarukan di 15 provinsi dan peningkatan produksi minyak 30 ribu barel Blok Cepu," ujar Presiden Prabowo melalui konferensi video dari Bali.
Penambahan produksi ini merupakan lompatan signifikan bagi Indonesia. Proyek Banyu Urip Infill Clastic (BUIC) yang dikelola ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) telah berhasil menambah empat sumur baru, mendorong produksi Blok Cepu hingga mencapai angka 170.000 hingga 180.000 barel per hari. Angka ini mewakili 25 persen dari total lifting minyak nasional.
Baca Juga: Makna Filosofi dan Sejarah Malam Satu Suro Menurut Tradisi Jawa
Keberhasilan ini tak lepas dari kerja keras berbagai pihak. Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi tinggi kepada kementerian/lembaga terkait, perusahaan swasta nasional dan internasional, serta para teknisi dan pekerja lapangan yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa dalam mengelola proyek energi yang kompleks ini.
"Kita bersyukur memiliki sumber daya energi yang melimpah, termasuk energi terbarukan," tambah Presiden Prabowo.
"Yang terpenting adalah bagaimana kita mengelolanya dengan baik. Hari ini, kita melihat bukti nyata kemampuan bangsa Indonesia untuk menuju swasembada energi, sebuah pencapaian krusial bagi masa depan negara kita."
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, turut mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian ini. Proyek peningkatan produksi minyak di Blok Cepu berhasil diselesaikan dalam waktu 8 bulan, lebih cepat 10 bulan dari target awal. Kecepatan dan efisiensi ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam percepatan program swasembada energi.
Dengan tambahan produksi 30.000 barel per hari, Indonesia semakin dekat dengan target swasembada energi. Menteri Bahlil Lahadalia optimistis target produksi minyak 900.000 hingga 1 juta barel per hari dapat tercapai pada tahun 2029-2030.
Peresmian ini bukan hanya sekadar penambahan angka produksi, melainkan simbol nyata dari tekad Indonesia untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi dan memperkuat kedaulatan energi nasional.