Generasi Digital, Koding dan AI Masuk Kurikulum Sekolah Tahun Ini!

Photo Author
- Kamis, 26 Juni 2025 | 12:27 WIB
Coding Jadi Mata Pelajaran Pilihan di Sekolah, Presiden Prabowo Beri Dukungan Penuh (Photo : Medium)
Coding Jadi Mata Pelajaran Pilihan di Sekolah, Presiden Prabowo Beri Dukungan Penuh (Photo : Medium)

INSIBERNEWS - Indonesia siap memasuki era baru pendidikan! Mulai tahun ajaran 2025/2026, siswa kelas 5 SD hingga SMA akan memiliki kesempatan mempelajari koding dan kecerdasan buatan (AI) sebagai mata pelajaran pilihan.

Langkah berani ini merupakan respon pemerintah terhadap perkembangan teknologi yang sangat pesat, sekaligus upaya mencetak generasi muda yang melek digital dan siap menghadapi masa depan.

 Baca Juga: Hari Cerah untuk Ojol? DPR Panggil Menhub Bahas Regulasi dan Kesejahteraan Pengemudi

"Ini bukan sekadar mengajarkan anak-anak cara menggunakan teknologi," jelas Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam Tular Nalar Summit 2025 di Yogyakarta.

"Lebih dari itu, kami ingin mereka memahami bagaimana teknologi bekerja, dan yang terpenting, menggunakannya dengan bijak dan bertanggung jawab." Ia menambahkan bahwa program ini juga bertujuan untuk menanamkan etika digital sejak dini.

 Baca Juga: Telah Pastikan Tayang Tahun Ini, Taxi Driver Siap Temani Waktu Luangmu!

Kurikulum koding dan AI dirancang untuk lebih dari sekadar mengajarkan baris kode. Siswa akan diajak untuk berpikir kritis, memecahkan masalah secara kreatif, dan berkolaborasi dalam proyek-proyek berbasis teknologi.

Konsep-konsep dasar pemrograman, algoritma, dan aplikasi AI akan dijelaskan dengan cara yang mudah dipahami dan menarik, disesuaikan dengan usia dan kemampuan masing-masing siswa. Pemerintah berencana menyediakan pelatihan khusus bagi para guru agar mereka siap mengajar mata pelajaran baru ini.

 Baca Juga: Penjual Online Siap-Siap, Pemerintah Bakal Wajibkan Pajak Dipotong Otomatis oleh Marketplace

Bukan hanya itu, pemerintah juga berencana untuk mengintegrasikan pembelajaran koding dan AI dengan mata pelajaran lain. Misalnya, siswa bisa diajak untuk membuat aplikasi sederhana yang membantu menyelesaikan masalah matematika atau membuat presentasi interaktif menggunakan teknologi AI.

Dengan pendekatan interdisipliner ini, diharapkan siswa dapat melihat relevansi teknologi dalam kehidupan sehari-hari dan termotivasi untuk terus belajar.

 Baca Juga: Comeback Masih Abu-abu, Fans Ramai-ramai Desak BLACKPINK Tinggalkan YG Entertainment, Kenapa?

Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia untuk menjadi negara maju yang berbasis teknologi. Dengan membekali generasi muda dengan keterampilan digital sejak usia dini, Indonesia berharap dapat bersaing di kancah global dan menciptakan inovasi-inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

"Kita ingin anak-anak Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta teknologi," tegas Mu'ti.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X