INSIBERNEWS - Amerika Serikat kembali memanaskan konflik di Timur Tengah. Sabtu malam waktu setempat, mantan Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa militer Amerika telah melancarkan serangan udara ke tiga situs nuklir Iran.
Salah satu target utama yang disebutnya sebagai “permata mahkota” program nuklir Teheran, yakni fasilitas bawah tanah Fordow, diklaim telah dihancurkan total.
"Ini adalah serangan yang sangat berhasil," kata Trump dalam sambungan telepon kepada kantor berita Reuters.
"Mereka harus berdamai sekarang juga, atau mereka akan diserang lagi," lanjutnya, memberi ultimatum yang terdengar lebih seperti peringatan keras dibanding ajakan diplomatis.
Trump menjelaskan bahwa militer AS menggunakan lima hingga enam bom pemecah bunker (bunker buster) untuk menggempur Fordow, sementara puluhan rudal Tomahawk diarahkan ke dua lokasi strategis lainnya, yaitu fasilitas nuklir di Natanz dan Isfahan.
Baca Juga: Menang Semua? Ini 5 Pertandingan Terakhir Real Madrid, Lawan Pachuca di Piala Dunia Antar Klub 2025
Serangan itu disebut-sebut sangat terencana dan dieksekusi dengan presisi tinggi, melibatkan jet siluman B-2 yang memang dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara lawan.
Fordow sendiri dikenal sebagai salah satu lokasi paling aman di Iran, terletak di bawah pegunungan dan dirancang tahan terhadap serangan besar. Tapi, menurut Trump, kekuatan udara AS berhasil menembus pertahanan tersebut.
Baca Juga: Terjadi Lagi! Pesawat Saudia Airlines Dapat Ancaman Bom, Mendarat Darurat di Bandara Kualanamu
"Seluruh muatan bom dijatuhkan ke Fordow. Fordow sudah hancur," tulis Trump lewat akun Truth Social miliknya.
Ia pun mengklaim bahwa semua pesawat tempur AS berhasil keluar dari wilayah Iran tanpa kerugian sedikit pun. Tak lupa, ia memberi penghargaan dan pujian kepada para prajurit AS yang terlibat dalam operasi tersebut.
Baca Juga: Meski Satgas Dibubarkan, Kapolri Tegaskan Pemberantasan Pungli dan Korupsi Terus Berjalan
Di saat yang sama, media Iran seperti Tasnim mengonfirmasi bahwa sebagian area di kompleks Fordow memang mengalami kerusakan akibat serangan udara.