INSIBERNEWS - Pemerintah menaruh perhatian serius terhadap isu krisis air bersih yang masih membayangi sebagian masyarakat Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyatakan komitmennya untuk memperluas akses air bersih secara bertahap hingga seluruh rakyat Indonesia bisa menikmatinya secara merata.
Baca Juga: PLTP Patuha Unit 2 Buka 500 Lowongan Kerja, Warga Lokal Jadi Prioritas Geo Dipa
Menurut AHY, saat ini cakupan akses air bersih melalui sistem perpipaan baru mencapai sekitar 22 persen dari total kebutuhan nasional. Target jangka pendeknya adalah mencapai 40 persen dalam beberapa tahun mendatang, dan angka ini akan terus ditingkatkan hingga 100 persen pada tahun 2045 sejalan dengan visi besar Indonesia Emas.
Baca Juga: Pukulan Telak Israel: Sembilan Ilmuwan Nuklir Iran Tewas, Siapa Saja Mereka?
“Kalau merujuk pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN), kita ingin dorong agar akses air bersih bisa meningkat hingga 40 persen, dan akhirnya penuh pada tahun 2045,” ujar AHY, Jumat (13/6/2025), seperti dikutip dari Antara.
Namun AHY mengakui, mengejar target ambisius ini tidak bisa dilakukan secara parsial. Ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor, baik pemerintah pusat, daerah, hingga pihak swasta dan masyarakat untuk membangun sistem penyediaan air bersih yang menyeluruh dan berkelanjutan.
Baca Juga: Duka di Rel Demak, Bocah Tewas Tertabrak KA Sembrani di Perlintasan Tanpa Palang
“Kalau semua bergerak sendiri-sendiri, mustahil kita bisa wujudkan 100 persen akses air bersih. Ini butuh kerja kolektif, perencanaan yang matang, dan pelaksanaan yang terintegrasi,” tegasnya.
Baca Juga: Dewa United Geber Persiapan Piala Presiden 2025, Siap Ukir Prestasi di Panggung Asia
Untuk merealisasikan rencana tersebut, dibutuhkan investasi besar dengan nilai mencapai Rp100 triliun. Dana itu akan digunakan untuk pembangunan infrastruktur air bersih, mulai dari sistem perpipaan hingga sarana pengolahan air di berbagai daerah yang masih minim akses.
Pemerintah berharap, dengan kesadaran bersama dan investasi yang memadai, mimpi Indonesia bebas dari krisis air bisa menjadi kenyataan dalam dua dekade mendatang.