Baca Juga: Satu Tambang Nikel Tetap Bertahan di Raja Ampat, Empat Lainnya Dicabut Izinnya!
Modusnya? Klasik, tapi bikin geram. Para pelaku diduga sengaja mempersulit proses izin RPTKA kalau tak ada “uang pelicin”. Perusahaan atau agen yang ingin urusan TKA-nya lancar, harus setor duit ke oknum-oknum ini.
Praktik ini tidak hanya merugikan negara, tapi juga bikin publik bertanya-tanya: seberapa dalam skandal ini melibatkan pejabat papan atas? Masyarakat kini menanti, akankah KPK berani menyeret nama-nama besar, termasuk jika jejaknya sampai ke level menteri? Sorotan kini tertuju pada langkah KPK selanjutnya, dengan harapan kasus ini jadi titik balik untuk bersih-bersih korupsi di negeri ini.