INSIBERNEWS - Aksi pengejaran dramatis terjadi di ruas Tol Sidoarjo pada Selasa dini hari, saat tim gabungan dari Polres Sidoarjo, Tulungagung, dan Ditreskrimum Polda Jawa Timur berhasil menghentikan aksi empat pelaku spesialis pembobolan toko dan gudang rokok. Dua dari mereka dilumpuhkan dengan tembakan karena dianggap membahayakan keselamatan petugas saat hendak ditangkap.
Baca Juga: Heboh! Polres Lamongan Usut Grup Facebook Tertutup Soal Hubungan Sesama Jenis
Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, AKBP Arbaridi Jumhur, menjelaskan bahwa kelompok ini sudah lama menjadi incaran karena rekam jejak kejahatannya yang menyasar toko-toko hingga distributor rokok di berbagai wilayah Jawa Timur.
“Hampir semua daerah di Jatim pernah jadi target mereka. Mulai dari Gresik, Malang, Tulungagung, Sidoarjo, sampai Situbondo. Mereka bukan pelaku sembarangan, ini kelompok yang sudah beroperasi lintas provinsi dan berasal dari Jawa Tengah,” jelas Jumhur.
Baca Juga: Masuk Pasar Internasional, UMKM Kopi Binaan BRI Tampil di Pameran Kopi Dunia di Amerika Serikat
Informasi awal didapat ketika tim mendeteksi pergerakan kelompok tersebut yang masuk ke Jawa Timur usai beraksi di Bali. Saat kendaraan pelaku melintas di ruas tol Malang–Sidoarjo, petugas gabungan langsung melakukan pengejaran.
Di titik Kejapanan, upaya penyergapan sempat dilakukan, namun pelaku justru nekat menabrak mobil polisi dan tancap gas ke arah pintu keluar KM 755 Sidoarjo.
“Kami sudah berikan peringatan, tapi tetap saja mereka melawan dan membahayakan. Karena situasi makin tak terkendali, kami terpaksa melakukan tindakan tegas dan terukur. Dua orang pelaku akhirnya tewas di tempat,” ungkap Jumhur.
Pelaku yang tewas diketahui berinisial A dan E, keduanya warga Magelang berusia sekitar 30-an tahun. Satu pelaku lainnya, N, berhasil ditangkap hidup-hidup dan kini sedang menjalani pemeriksaan intensif di Mapolda Jatim. Sedangkan satu pelaku berinisial J kabur ke kawasan permukiman di wilayah Kahuripan dan saat ini masih dalam pengejaran.
Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku N juga terlibat dalam tindak pidana perampasan dan disinyalir memiliki catatan kejahatan lain. Polisi menegaskan, kelompok ini tidak berhubungan dengan jaringan pembobol toko yang sempat dibekuk di Probolinggo beberapa waktu lalu.
Saat ini, penyelidikan terus dikembangkan untuk membongkar jaringan yang diduga masih cukup luas, serta memetakan modus operandi yang mereka gunakan dalam setiap aksinya.