news

Banjir Besar Kepung Tangsel, Ratusan Warga Terdampak dan Dievakuasi dari Rumah Terendam

Jumat, 30 Mei 2025 | 09:12 WIB
Ilustrasi banjir (Istimewa )

INSIBERNEWS - Hujan deras yang mengguyur Kota Tangerang Selatan sejak Kamis sore (29/5) kembali memicu banjir di sejumlah wilayah. Intensitas hujan yang tinggi sejak sore hingga malam membuat air cepat meluap dan menggenangi kawasan permukiman.

Hasil laporan terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel mencatat sedikitnya ada 16 titik banjir yang tersebar di 12 kelurahan.

Baca Juga: Indonesia Satu Grup dengan Korsel, Mampukah Garuda Muda Mengulang Kejutan di Kualifikasi U-23?

Dari berbagai titik tersebut, dua lokasi yang paling parah terdampak adalah kawasan Puri Bintaro Indah dan Pamulang Asri. Di Puri Bintaro Indah, ketinggian air dilaporkan mencapai 120 cm, sementara di Pamulang Asri mencapai sekitar 1 meter. Kondisi ini membuat aktivitas warga lumpuh, dan sebagian harus dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Baca Juga: Playlist Patah Hati: Kenapa Kita Suka Lagu Sedih Pas Lagi Galau?

“Untuk saat ini, titik yang masih cukup tinggi tinggal dua,” kata Dian, Komandan Regu BPBD Tangsel, saat dikonfirmasi Kamis malam.

Evakuasi dilakukan di beberapa titik, khususnya di kawasan Pondok Maharta dan Puri Bintaro Indah, karena air masuk hingga ke dalam rumah. Di kawasan Pondok Maharta, sekitar 350 kepala keluarga terdampak, sementara di Puri Bintaro Indah ada lebih dari 250 kepala keluarga yang merasakan dampak langsung dari banjir yang cukup parah ini.

Baca Juga: Dibakar Cemburu, Pria Kalimantan Siram Air Keras ke Mantan Pacar dan Anaknya di Sukabumi

Beberapa lokasi lain yang sempat dilaporkan tergenang adalah Perumahan CPS 2, Roswood Serua Indah, dan Pamulang Permai. Ketinggian air di titik-titik tersebut bervariasi, mulai dari 30 cm hingga 100 cm. Di beberapa area, air memang sudah mulai surut, namun sejumlah kawasan lainnya masih dalam kondisi tergenang.

Baca Juga: Netanyahu Kembali di Meja Hijau, Hadapi Sidang Korupsi ke-35 di Tel Aviv

BPBD menyebut penyebab utama banjir kali ini adalah curah hujan yang sangat tinggi ditambah buruknya sistem drainase di permukiman.

Genangan juga diperparah oleh saluran air yang mampet dan kondisi tanah yang sudah tidak mampu menyerap air. Tim BPBD terus melakukan penyedotan air dan pemantauan berkala, termasuk menyiagakan petugas jika hujan deras kembali terjadi.

Baca Juga: Pelat Nomor Hilang Usai Tabrakan Maut, Ada Apa di Balik Mobil BMW Cristiano?

Warga diimbau tetap siaga dan menjaga kebersihan lingkungan sekitar, terutama saluran air agar tidak tersumbat. Pemerintah daerah berharap kerja sama masyarakat bisa membantu meminimalkan risiko banjir yang terus berulang saat musim penghujan tiba. BPBD juga membuka posko darurat dan layanan cepat tanggap untuk membantu warga terdampak.

Tags

Terkini