INSIBERNEWS – Krisis kemanusiaan di Gaza kembali menelan korban jiwa. Sedikitnya sepuluh warga dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka hanya dalam dua hari terakhir saat mereka berdesakan demi mendapatkan bantuan pangan.
Peristiwa memilukan ini terjadi di tengah kelaparan yang makin meluas dan sistem distribusi bantuan yang dinilai kacau dan tidak manusiawi.
Baca Juga: Netanyahu Klaim Tewasnya Mohammed Sinwar - Adik Yahya Sinwar Jadi Target Israel di Rumah Sakit Gaza
Insiden paling parah terjadi di Rafah, Gaza selatan, ketika pasukan Israel diduga melepaskan tembakan langsung ke arah warga yang mengantre di pos distribusi bantuan milik Gaza Humanitarian Foundation (GHF), organisasi yang mendapat dukungan Amerika Serikat namun ditolak oleh banyak badan PBB karena dinilai tidak transparan.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut bahwa titik distribusi telah berubah menjadi "zona bahaya mematikan".
Sementara itu, kerusuhan juga pecah di Deir el-Balah, Gaza tengah, saat ribuan warga yang kelaparan menyerbu gudang bantuan Program Pangan Dunia (WFP).
Dua orang dilaporkan tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Perwakilan WFP menegaskan bahwa volume bantuan saat ini "jauh dari cukup" untuk mengatasi ancaman kelaparan massal.
Baca Juga: Tak Tahan Lihat Penderitaan Gaza, Malta Siap Akui Palestina Bulan Depan
Model distribusi yang dijalankan oleh GHF menuai kritik tajam. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) menyatakan bahwa sistem baru justru mengganggu mekanisme yang telah teruji dan dijalankan oleh lembaga-lembaga kemanusiaan berpengalaman.
“Biarkan sistem yang sudah ada bekerja. Jangan biarkan eksperimen logistik mengorbankan nyawa,” tegas Kepala UNRWA dalam sidang Dewan Keamanan PBB.
Koordinator Khusus PBB untuk Perdamaian Timur Tengah, Sigrid Kaag, menggambarkan kondisi saat ini sebagai "sekoci penyelamat di tengah lautan", mengindikasikan bahwa upaya bantuan yang ada sangat tidak memadai.
Baca Juga: Serukan Serangan Nuklir ke Gaza, Anggota Kongres AS Dikecam Dunia Internasional
Tragedi ini menambah panjang daftar penderitaan rakyat Gaza yang terus dibayangi kelaparan, blokade, dan kekerasan.
Dunia internasional kini didesak untuk bertindak cepat dan tegas agar krisis ini tidak berubah menjadi bencana kemanusiaan yang lebih besar.