INSIBERNEWS - Kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk. Dalam beberapa hari terakhir, laporan soal penjarahan toko makanan hingga dapur umum makin sering terjadi.
Warga yang kelaparan dan kehabisan harapan terpaksa mengambil jalan ekstrem demi bisa bertahan hidup di tengah blokade dan serangan militer yang terus berlangsung.
Baca Juga: PBB Tekankan Pentingnya Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza Tanpa Pengecualian
Menurut laporan dari sejumlah pekerja kemanusiaan yang dikutip Reuters, setidaknya lima insiden penjarahan terjadi pada Kamis (1/5/2025). Lokasinya tersebar di beberapa titik, termasuk toko-toko milik warga, dapur umum, hingga kompleks utama badan pengungsi PBB (UNRWA).
Situasi ini mencerminkan krisis kelaparan yang telah mencapai tingkat mengkhawatirkan.
Baca Juga: Israel Tolak Proposal Gencatan Senjata 5 Tahun dari Hamas, Perang Gaza Masih Berlanjut
Israel dilaporkan telah menghentikan seluruh pasokan bantuan ke wilayah Gaza selama dua bulan terakhir. Kondisi ini membuat distribusi makanan dan obat-obatan benar-benar lumpuh. Tanpa bantuan dan suplai logistik, masyarakat Gaza tak punya banyak pilihan selain bertindak demi menyelamatkan nyawa mereka dan keluarga.
Baca Juga: Krisis Pangan Gaza Memburuk: Anak-Anak Bertahan Hidup dari Bantuan yang Tertahan
"Penjarahan itu adalah sinyal yang sangat nyata bahwa kondisi di Gaza telah melewati batas krisis," kata Amjad Al-Shawa, Direktur Jaringan Organisasi Non-Pemerintah Palestina (PNGO).
Ia menegaskan, kelaparan yang meluas, hilangnya kendali hukum, serta ketiadaan pemerintahan yang efektif membuat masyarakat hidup dalam kepanikan dan keputusasaan. Menurutnya, ini bukan lagi soal konflik politik, tapi soal perjuangan manusia untuk bisa makan dan hidup.
Baca Juga: PBB Desak Israel Bertanggung Jawab atas Serangan Mematikan ke Stafnya di Gaza
Sementara itu, serangan udara dan darat oleh militer Israel belum menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa 12 warga sipil tewas akibat serangan udara Israel pada 1 Mei.
Krisis ini telah berlangsung hampir 19 bulan, dan dunia internasional dinilai belum cukup keras menekan agar kekerasan berhenti dan bantuan kemanusiaan bisa segera masuk.
Artikel Terkait
Bahas Soal Gaza, Paus Fransiskus Sampaikan Pesan Paskah Terakhir Ini Sehari Sebelum Meninggal Dunia
Pemerintah Siap Tampung Warga Gaza, Pangkal Pinang Jadi Salah Satu Lokasi Alternatif
Israel Dituding Palsukan Penemuan Terowongan di Gaza untuk Gagalkan Gencatan Senjata
Vaksin Polio Diblokir, 600 Ribu Anak Gaza Terancam Lumpuh di Tengah Perang dan Krisis Kemanusiaan
Menteri Zionis Ancam Bakal Gulingkan Netanyahu Jika Gaza Tak Diduduki Militer Israel
PBB Desak Israel Bertanggung Jawab atas Serangan Mematikan ke Stafnya di Gaza
Trump Minta Netanyahu Bersikap Baik pada Gaza: Warga Sudah Terlalu Menderita
Krisis Pangan Gaza Memburuk: Anak-Anak Bertahan Hidup dari Bantuan yang Tertahan
Israel Tolak Proposal Gencatan Senjata 5 Tahun dari Hamas, Perang Gaza Masih Berlanjut
PBB Tekankan Pentingnya Bantuan Kemanusiaan untuk Gaza Tanpa Pengecualian