INSIBERNEWS – Menjelang puncak ibadah haji di Armuzna—yang meliputi Arafah, Muzdalifah, dan Mina—pemerintah Arab Saudi mengeluarkan sembilan imbauan penting untuk seluruh jemaah haji.
Imbauan ini disampaikan dalam rapat koordinasi bersama Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi dan bertujuan memastikan keselamatan, kesehatan, serta kelancaran pelaksanaan ibadah yang menjadi puncak rangkaian haji setiap tahunnya.
Salah satu imbauan utama adalah larangan meninggalkan tenda di Arafah dan Mina pada pukul 10.00 hingga 16.00 waktu Arab Saudi, karena suhu ekstrem yang diperkirakan mencapai 50 derajat Celsius.
Jemaah juga diwajibkan mengikuti jadwal pergerakan resmi yang sudah ditetapkan oleh syarikah masing-masing agar tidak terjadi kerumunan atau gerakan tak teratur yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Selain itu, penyembelihan hewan kurban hanya boleh dilakukan sesuai program Adahi resmi, tanpa menggunakan calo atau tempat tidak berizin.
Pelaksanaan ritual melontar jumrah juga harus disiplin sesuai jadwal resmi agar berjalan tertib dan aman. Jangan sampai ada jemaah yang melakukan pelontaran secara bebas dan individu.
Kartu nusuk wajib selalu dibawa dan dijaga oleh seluruh jemaah karena menjadi syarat akses masuk ke Masjidil Haram.
Hilangnya kartu ini bisa menyebabkan jemaah terhambat menjalankan ibadah.
Kesehatan juga jadi perhatian utama. Jemaah diminta untuk tetap waspada dengan memakai masker, menggunakan payung untuk menghindari sengatan matahari, rajin mencuci tangan, dan mengonsumsi makanan serta minuman yang sehat.
Jika mengalami masalah dengan fasilitas seperti listrik, air, atau AC, jemaah bisa menghubungi nomor pengaduan resmi 1966.
Terakhir, petugas kloter diharapkan selalu berada dekat dengan jemaah dan siap dihubungi dalam kondisi darurat.