news

Gagal Gagah-Gagahan, Kapal Perang Baru Korut Nyaris Tenggelam Saat Diresmikan

Rabu, 28 Mei 2025 | 15:29 WIB
Kim Jong-un - Presiden Korea Utara (Foto : KCNA/YNA/dpa)

INSIBERNEWS - Korea Utara kembali menjadi sorotan dunia setelah insiden memalukan mewarnai peresmian kapal perang terbarunya. Citra satelit terbaru memperlihatkan bahwa otoritas Korut mengerahkan sejumlah balon berukuran besar untuk mencegah kapal perusak berpeluru kendali yang baru saja diluncurkan itu tenggelam.

Upaya darurat ini dilakukan saat kapal hampir karam di tengah prosesi upacara yang seharusnya menjadi momen kebanggaan nasional.

Baca Juga: Israel Ancam Caplok Tepi Barat jika Negara Palestina Diakui Dunia

Kapal tersebut merupakan salah satu proyek militer ambisius pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, yang bertujuan memperkuat kekuatan maritim negara itu. Namun, justru di hari peresmian, kapal yang digadang-gadang sebagai simbol kekuatan angkatan laut itu mengalami kerusakan serius yang mengundang rasa malu di tingkat elit pemerintahan.

Beberapa pejabat dilaporkan langsung ditahan karena dianggap bertanggung jawab atas kegagalan teknis yang mencoreng citra negara.

Baca Juga: Siap-siap! BLACKPINK Bakal Konser di GBK Jakarta Setelah 2 Tahun, Begini 3 Cara Beli Tiketnya

Menurut laporan yang beredar, kapal ini adalah unit kedua dari kelas baru kapal perusak yang dikembangkan Korea Utara. Kapal pertama, yang diberi nama Cho Hyon, kabarnya masih menjalani serangkaian uji coba sistem persenjataan dan navigasi.

Namun, kegagalan kapal kedua ini justru menimbulkan pertanyaan besar soal kesiapan teknologi militer laut Korut yang hingga kini masih didominasi kapal tua dan armada serang cepat.

Baca Juga: Gen Z Jepang Tak Lagi Gila Kerja: Fenomena Quiet Quitting Jadi Bentuk Perlawanan Halus

Pihak intelijen dari sejumlah negara menduga bahwa masalah pada kapal ini bukan hanya persoalan teknis semata, melainkan juga berkaitan dengan terbatasnya sumber daya dan tekanan politik untuk mempercepat peluncuran demi pencitraan.

Kegagalan semacam ini bukan hanya merusak momen simbolis bagi Kim Jong-un, tetapi juga memperlihatkan keterbatasan nyata dalam kemampuan militer negara tertutup itu.

Baca Juga: Lisa Mariana Gugat Ridwan Kamil soal Hak Identitas Anak, Sidang Perdana Digelar di PN Bandung

Sementara itu, penggunaan balon udara sebagai alat penyelamat kapal menimbulkan kekhawatiran tentang improvisasi dalam sistem pertahanan Korea Utara. Pakar militer menilai hal tersebut sebagai indikator bahwa proyek militer Korut masih jauh dari kata matang.

Balon yang biasanya digunakan untuk keperluan logistik justru dimanfaatkan sebagai ‘pelampung darurat’ untuk kapal perang, yang secara simbolik menandai betapa rapuhnya ambisi besar itu.

Halaman:

Tags

Terkini