news

Bareskrim Pastikan Ijazah Jokowi Asli, Kader PSI Dian Sandi Utama Minta Maaf Langsung ke Solo

Sabtu, 24 Mei 2025 | 05:00 WIB
Kader PSI, Dian Sandi Utama. (Youtube/Haramain Podcast)

INSIBERNEWS - Terkait tudingan dokumen palsu, Bareskrim Polri menyatakan bahwa ijazah sarjana milik Joko Widodo (Jokowi) dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah otentik.

Tidak lama setelah pernyataan itu, Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dian Sandi Utama, menemui Presiden ke-7 RI tersebut di Solo, pada Kamis (22/5/2025).

Adapun pertemuan itu dilakukan secara langsung oleh Dian sebagai bentuk permintaan maaf atas unggahan dokumen ijazah Jokowi yang sempat ia bagikan tanpa izin.

Baca Juga: QRIS Bakal Bisa Dipakai di Jepang, BI Targetkan Rilis Resmi 17 Agustus

"Saya tadi berangkat dari Jakarta setelah pengumuman dari Bareskrim itu saya datang ke sini sengaja untuk saya ingin meminta maaf kepada bapak karena telah memposting ijazah beliau tanpa izin," ujar Dian Sandi kepada wartawan usai pertemuan.

Dian menyebut, permintaan maafnya diterima dengan lapang dada oleh Presiden Jokowi dan menyatakan bahwa ijazah yang diunggah memang sesuai dengan aslinya.

"Alhamdulillahnya, bapak tadi tidak apa-apa dan beliau juga mengatakan bahwa memang itu ijazah yang dipunyai oleh beliau sesuai dengan yang saya posting. Jadi kedatangan saya hanya itu saja," lanjutnya.

Baca Juga: Capaian Tertinggi! FLPP Pemerintahan Prabowo Naik 1.100 Persen dari Tahun Lalu, Menteri PKP Naikan Kuota Subsidi Jadi 350.000 Rumah!

Ia mengaku merasa lebih tenang setelah mendapatkan maaf langsung dari Jokowi, karena unggahannya tersebut tidak bertujuan buruk.

"Beliau maafkanlah tentu, karena niat saya kan memang tidak pernah untuk mempermalukan beliau. Niat saya hanya ingin agar itu terang dan segera selesai," jelas Dian.

Dian berharap dengan adanya hasil penyelidikan dari Bareskrim ini proses hukum yang berkaitan dengan kasus unggahan ijazah tersebut dapat segera dihentikan.

Baca Juga: Hadiri Indonesian Petroleum Association, Prabowo Tegaskan Indonesia Tak Mau Lagi Bergantung Impor Energi

"Sampai hari ini kan saya juga belum tahu perkembangannya, tetapi yang pasti gugur itu adalah yang berkaitan dengan yang ada di Mabes sama Bareskrim. Nah, kalau yang di Polda Metro Jaya, saya enggak bisa komentar," ujarnya.

"Kita tinggal tunggu proses hukum yang akan sedang berjalan atau seperti apa. Semua di luar daripada kapasitas saya untuk menjawab itu ya," tutupnya.***

Tags

Terkini