Baca Juga: Tragis! Gegara Pondasi Tandon Air Roboh, 4 Santri Tewas Tertimpa di Magelang
Alfin, ayah AMRM, tak mampu menahan amarahnya. Ia meminta agar aparat penegak hukum serius menindak para pelaku dan tidak membiarkan kasus ini ditutup begitu saja.
"Saya tidak terima pihak pondok meremehkan kejadian ini. Anak saya luka parah, masa dibilang hanya iseng?" kecamnya.
Menurut Alfin, keadilan harus ditegakkan agar kejadian serupa tidak terulang di lingkungan pendidikan manapun.
Kapolres Kolut, AKBP Ritman Todoan Agung Gultom, menyatakan bahwa pihaknya telah mengamankan dua orang pelaku berinisial H (12) dan AM (14).
Sementara itu, korban saat ini sedang menjalani perawatan intensif akibat luka bakar yang mencapai 27% di bagian leher, punggung, tangan, perut, hingga pangkal paha. Kasus ini pun terus didalami, termasuk kemungkinan adanya kelalaian dari pihak ponpes.
Baca Juga: Trump Minta Netanyahu Bersikap Baik pada Gaza: Warga Sudah Terlalu Menderita
Kasus tragis yang menimpa AMRM menjadi tamparan keras bagi dunia pendidikan berbasis pondok pesantren.
Peristiwa ini menegaskan bahwa pengawasan ketat terhadap interaksi antar santri harus menjadi prioritas, demi menjamin lingkungan belajar yang aman, sehat, dan beradab.
Keadilan untuk AMRM kini menjadi harapan banyak pihak, agar suara korban tidak tenggelam oleh dalih-dalih pembelaan yang tidak bertanggung jawab.