news

Puan Soroti Temuan Produk Kosmetik Berbahaya dan Makanan Mengandung Babi Tanpa Label

Sabtu, 26 April 2025 | 06:40 WIB
Skincare Mengandung Merkuri Banyak Beredar Di Indonesia (Photo : Memorandum.co.id)

INSIBERNEWS - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyoroti serius hasil temuan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) bersama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terkait peredaran produk yang dinilai membahayakan konsumen.

BPOM mencatat ada 16 item kosmetik yang beredar di pasaran mengandung zat berbahaya seperti merkuri, asam retinoat, hidrokuinon, timbal, hingga pewarna sintetis Merah K10. Dari jumlah tersebut, 10 merupakan produk kontrak buatan dalam negeri dan 6 lainnya merupakan produk impor.

Baca Juga: Rekaman Baim Wong Minta Cerai ke Paula Tersebar, Ternyata Langsung Talak Tiga

Selain kosmetik, BPJPH juga menemukan 9 batch produk makanan olahan yang terbukti mengandung unsur babi, namun tidak mencantumkan informasi kandungan tersebut dalam label kemasan.

Hal ini dianggap sebagai pelanggaran berat karena menyangkut kejelasan informasi bagi konsumen, terutama bagi mereka yang memiliki batasan konsumsi berdasarkan agama atau keyakinan.

Puan menilai bahwa kedua temuan ini tidak hanya soal pelanggaran aturan, tetapi juga merupakan bentuk pengkhianatan terhadap hak konsumen.

Baca Juga: Sah! Maruarar Sirait Umumkan Aturan Baru, Gaji 14 Juta Bisa Beli Rumah Subsidi

"Jangan sampai keinginan untuk tampil cantik dan percaya diri justru malah mengorbankan kesehatan. Ini bukan sekadar masalah regulasi, tetapi menyangkut martabat dan perlindungan warga negara,” tegas Puan dalam keterangannya, Selasa (22/4).

Ia juga menambahkan bahwa perlindungan konsumen adalah hak dasar yang harus dijaga oleh negara, terutama dalam hal produk yang dikonsumsi dan digunakan sehari-hari.

Baca Juga: Pemindahan Pegawai ASN BIN ke IKN Siap Dimulai Juni 2025

Puan meminta pemerintah segera memperkuat sistem pengawasan terhadap produk kosmetik dan pangan, termasuk melakukan audit berkala, mempercepat sistem peringatan dini, serta memastikan transparansi pelabelan.

Ia juga mengimbau agar pihak produsen lebih bertanggung jawab dan tidak mengabaikan aspek kesehatan maupun nilai-nilai kepercayaan masyarakat.

Baca Juga: Film 'Jumbo' Pecahkan Rekor, Animasi Lokal Ini Jadi Raja Box Office Asia Tenggara

Menurutnya, pengawasan yang ketat akan menciptakan rasa aman dan kepercayaan masyarakat terhadap produk-produk yang dijual di pasar.

Halaman:

Tags

Terkini