news

Perayaan Paskah Dibatasi, Jemaat Kristen Palestina Dihalang Masuk Gereja Makam Suci oleh Pasukan Israel di Yerusalem

Senin, 21 April 2025 | 07:30 WIB
Jemaat Kristen Palestina Dilarang Masuk Gereja Makam Suci oleh Pasukan Israel (Foto : BSS NEWS)

INSIBERNEWS - Sabtu malam (19/4) seharusnya menjadi momen penuh haru dan damai bagi umat Kristen Palestina yang hendak merayakan Sabtu Suci—bagian penting dari rangkaian Paskah.

Namun, suasana sakral itu berubah menjadi tegang ketika pasukan Israel melakukan pembatasan ketat di Kota Tua Yerusalem, bahkan sampai mendorong, memukul, dan melarang jemaat masuk ke Gereja Makam Suci, situs paling suci dalam tradisi Kristen.

Akses Diblokir, Uskup Vatikan Turut Ditahan

Mengutip laporan dari WAFA News Agency, saksi mata dan para jurnalis menggambarkan bagaimana aparat Israel membentuk pos pemeriksaan di setiap gang menuju gereja.

Jalanan di Kota Tua praktis diblokir total, dan banyak jemaat—termasuk tokoh gereja—dilarang masuk ke dalam kompleks suci itu.

Yang lebih mengejutkan, Uskup Agung Adolfo Tito Yllana, Delegasi Apostolik untuk Yerusalem sekaligus perwakilan Vatikan untuk Negara Palestina, juga termasuk dalam daftar orang yang ditahan di titik pemeriksaan.

Ia tidak diizinkan masuk untuk memimpin atau mengikuti ibadah Sabtu Suci.

 Baca Juga: Hamas Terima Rancangan Gencatan Senjata, Berharap Israel Tak Menghambat Kesepakatan

Jemaat Dipukul, Suara Doa Tertahan oleh Teriakan Aparat

Video yang beredar di media sosial menunjukkan aparat Israel bersenjata lengkap mendorong dan bahkan memukul jemaat yang memaksa masuk untuk beribadah.

Suara doa dan nyanyian tertahan oleh perintah keras dari pasukan yang berjaga.

Seorang jurnalis yang berada di halaman Gereja Makam Suci menggambarkan suasana memilukan.
“Gereja dan alun-alun sekitar nyaris kosong,” tulisnya.
“Biasanya tempat ini penuh oleh ribuan umat.”

 Baca Juga: Israel Perluas Serangan Darat di Gaza Selatan, Rafah Jadi Target Terbaru

Umat Kristen Palestina dari Tepi Barat Gagal Hadir

Tak hanya umat di Yerusalem yang terhalang, ribuan jemaat dari Tepi Barat pun gagal menghadiri ibadah karena tidak mendapatkan izin dari otoritas Israel.

Mereka tidak diperbolehkan melewati pos pemeriksaan militer yang menjadi akses utama ke Kota Tua Yerusalem.

Fakta ini menggarisbawahi realitas pahit yang dihadapi warga Palestina, baik Muslim maupun Kristen, yang selama ini harus mengantongi izin khusus hanya untuk bisa beribadah di tanah suci mereka sendiri.

Halaman:

Tags

Terkini