INSIBERNEWS - Kremlin akhirnya buka suara soal tuduhan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terkait dugaan keterlibatan tentara China dalam konflik bersenjata yang sedang berlangsung di Ukraina.
Juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menepis mentah-mentah klaim tersebut dan menyebut pernyataan Zelensky tidak berdasar.
Dalam konferensi pers yang digelar di Moskow pada hari Kamis, Peskov menanggapi langsung kabar soal penangkapan dua tentara China oleh pasukan Ukraina di wilayah timur negara tersebut.
Ia menegaskan bahwa China selama ini mengambil posisi yang netral dan tidak berpihak dalam konflik Rusia-Ukraina.
“Ini tidak benar. China adalah mitra strategis dan sahabat kami. Mereka selalu mengambil posisi yang seimbang,” ucap Peskov seperti dikutip dari kantor berita Anadolu.
Sebelumnya, Zelensky sempat menyampaikan pernyataan mengejutkan bahwa pasukan Ukraina telah bentrok dengan enam tentara China di medan tempur.
Dua di antaranya, kata Zelensky, berhasil ditangkap oleh militer Ukraina. Berdasarkan insiden tersebut, ia kemudian menuduh Beijing ikut campur langsung dalam perang.
Tidak hanya itu, ia juga menyebut bahwa ada setidaknya 155 warga negara China yang kini aktif berperang di pihak Rusia.
Menanggapi tuduhan tersebut, Peskov menyayangkan klaim yang disampaikan oleh Zelensky. Ia menyebut bahwa informasi yang disampaikan oleh pemimpin Ukraina itu tidak mencerminkan kenyataan di lapangan.
Menurutnya, China telah menunjukkan komitmen untuk tidak memperkeruh situasi dan lebih memilih untuk mendorong penyelesaian damai.
“Zelenskyy salah. China tidak berada di pihak mana pun dalam konflik ini,” tegas Peskov.