news

Kisah Pilu Briptu Ghalib: Dapat Penghargaan dari Kapolri, Tapi Nyawa Telah Melayang di Tangan Sesama Abdi Negara

Kamis, 27 Maret 2025 | 09:16 WIB
Kapolri Beri Penghargaan Rekpro Bintara untuk Keluarga Briptu Ghalib (Instagram @listyosigitprabowo)

INSIBERNEWS - Dalam sebuah momen yang penuh emosi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan Rekpro Bintara kepada Daffa, sepupu dari Briptu Anumerta M. Ghalib Surya Ganta.

Ghalib adalah salah satu dari tiga korban penembakan dalam insiden penggerebekan sabung ayam di Lampung yang melibatkan dua anggota TNI.

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Sigit saat bertemu keluarga almarhum di Lampung Selatan. Turut hadir dalam pertemuan ini Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, menunjukkan betapa seriusnya pihak kepolisian dan TNI dalam menangani kasus ini.

"Meskipun almarhum sudah tiada, beliau dan keluarganya tetap bagian dari keluarga besar kami. Kami akan selalu mendampingi," kata Sigit dalam keterangan tertulis, Rabu (26/3/2025).

 Baca Juga: Kasus Mengerikan! Brigadir AK Diduga Bunuh Anak Kandungnya Sendiri, Ini Kronologi Lengkapnya

Janji Tuntas dari Kapolri dan Panglima TNI

Sigit dan Agus Subianto mendengarkan langsung keluh kesah dan harapan keluarga korban. "Kami berkomitmen menuntaskan kasus perjudian sabung ayam dan penembakan ini secara hukum," tegas Sigit.

Tak hanya itu, Sigit juga menegaskan bahwa anggota Polri yang terlibat judi sabung ayam akan ditindak tegas. Proses hukum sedang digarap tuntas oleh Polda Lampung, dengan sanksi sesuai tingkat pelanggaran.

Autopsi Ungkap Kekejaman: Ditembak di Atas Bibir, Peluru Bersarang di Kepala

Sebelumnya, Fitri, kakak kandung Briptu Ghalib, mengungkap hasil autopsi yang memilukan. "Adik saya ditembak di atas bibir kanan. Peluru menembus tenggorokan dan bersarang di belakang tempurung kepala," kata Fitri, Selasa (25/3/2025).

Yang bikin hati semakin trenyuh, Fitri mengisahkan bagaimana ia harus melihat adiknya terbaring kaku di meja forensik, persis seperti ayahnya yang meninggal sebulan sebelumnya. "Saya ingat ayah saya juga kaku di rumah, dan mereka meninggal di tanggal yang sama," ujarnya dengan suara bergetar.

 Baca Juga: Waduh! 170.000 Bayi Diekspor untuk Adopsi Internasional di Korea Selatan

Pertanyaan yang Masih Menggantung

  1. Kenapa penembakan terjadi? Apakah ada kesalahpahaman atau memang unsur kesengajaan?
  2. Sejauh apa keterlibatan oknum TNI dan Polri dalam perjudian ini?
  3. Apa langkah konkret setelah ini untuk mencegah tragedi serupa?

Akhir yang Harus Jadi Awal Perubahan

Kasus ini bukan sekadar soal penembakan, tapi juga cermin bobroknya praktik perjudian ilegal yang melibatkan aparat. Penghargaan dari Kapolri adalah bentuk penghormatan, tapi yang lebih penting adalah keadilan untuk Ghalib dan keluarga.

Tags

Terkini