INSIBERNEWS - Kasus ini bikin bulu kuduk merinding. Seorang anggota Direktorat Intelijen Keamanan (Ditintelkam) Polda Jawa Tengah, Brigadir Ade Kurniawan alias AK, diduga tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri yang masih bayi. Kok bisa?
Kuasa hukum keluarga korban, Amal Lutfiansyah, baru-baru ini buka suara. Dia mengungkapkan bahwa Brigadir AK sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka.
Pasal yang menjerat? Mulai dari UU Perlindungan Anak, Pasal 338 KUHP (Pembunuhan), hingga Pasal 351 Ayat (3) KUHP (Penganiayaan Berujung Kematian).
Tapi, Amal curiga ada lebih dari sekadar pembunuhan biasa. "Ada kemungkinan ini pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 KUHP," tegasnya. Meski begitu, keputusan akhir tetap di tangan penyidik.
Bukti-Bukti yang Bikin Merinding
Amal dan timnya nggak cuma ngandelin penyidik. Mereka juga mengumpulkan bukti-bukti sendiri yang mengarah pada niatan lama pelaku untuk membunuh sang bayi.
"Dari bukti yang kami kumpulkan, ada indikasi pelaku memang sudah lama berniat menghilangkan nyawa korban," jelas Amal.
Tapi, apa sih yang bikin seorang ayah tega membunuh anaknya sendiri?
Kronologi Kejadian yang Bikin Sedih
Kasus ini bermula dari laporan seorang perempuan berinisial DJ (sang ibu) ke SPKT Polda Jawa Tengah pada 5 Maret 2025.
Ini ceritanya:
Baca Juga: Waduh! 170.000 Bayi Diekspor untuk Adopsi Internasional di Korea Selatan
- Minggu, 2 Maret 2025: Brigadir AK, DJ, dan bayi mereka yang baru 2 bulan jalan-jalan di sekitar Semarang. Mereka mampir ke Pasar Peterongan, dan DJ turun sebentar untuk belanja.
- Sebelum turun, DJ sempat foto anaknya yang masih sehat.
- 10 menit kemudian, DJ balik ke mobil dan kaget—anaknya terlihat biru di bibirnya!
- Bayi itu dilarikan ke RS Roemani Muhammadiyah Semarang, tapi nyawanya nggak tertolong. Senin, 3 Maret 2025, sang bayi menghembuskan napas terakhir.
- Malam itu juga, jenazah langsung dikubur di Purbalingga, kampung halaman Brigadir AK.
Baca Juga: Gubernur Jateng Imbau Perantau Tak Kembali ke Jakarta Jika Tak Punya Pekerjaan Tetap
Pertanyaan Besar: Ada Apa di Balik Kematian Bayi Ini?
Artikel Terkait
Jakarta Gencar Kejar Penunggak Pajak Kendaraan, Tak Ada Penghapusan Seperti di Jabar
Usai Prarekonstruksi 70 Adegan, Polisi Masih Dalami Bukti dan Keterangan Saksi Kematian Mahasiswa UKI
Ariel NOAH vs Ahmad Dhani: Perdebatan Royalti Musik yang Kian Memanas!
BYD Siap Hadirkan Stasiun Pengisian Ultra Cepat 1.000 kW, Isi Daya Mobil Listrik Hanya dalam Hitungan Menit
Tips Mengemudi Anti Pegal Saat Mudik Jarak Jauh, Dijamin Nyaman!
Ribuan Aduan THR Masuk ke Kemnaker, Ratusan Perusahaan Diduga Mangkir
Gubernur Jateng Imbau Perantau Tak Kembali ke Jakarta Jika Tak Punya Pekerjaan Tetap
Waduh! 170.000 Bayi Diekspor untuk Adopsi Internasional di Korea Selatan
Kevin Schwantz Siap Meramaikan GP Amerika, Jadi Analis MotoGP di Austin
Kronologi Konten Willie Salim Kehilangan 200 Kg Rendang di Palembang: Benarkah Dilarang Seumur Hidup? Ini Klarifikasi Lengkapnya!