Setelah kotak dibuka sepenuhnya, kepala babi yang terpotong itu menjadi jelas terlihat.
Menurut Setri, kejadian ini menjadi indikasi adanya upaya untuk menakut-nakuti jurnalis dan media.
Baca Juga: Hasil Autopsi 3 Polisi yang Tewas saat Gerebek Judi Sabung Ayam: Terdapat Luka Tembak Fatal
“Kami sedang menyiapkan langkah-langkah selanjutnya sebagai respons atas kejadian ini,” ujar Setri.
Peristiwa ini mengundang kecaman dan keprihatinan dari berbagai pihak, yang melihatnya sebagai bentuk ancaman terhadap kebebasan berpendapat dan kebebasan pers di Indonesia.
Tempo berkomitmen untuk tetap melanjutkan tugasnya sebagai media yang independen dan menyuarakan kebenaran, meskipun menghadapi intimidasi semacam ini.***