INSIBERNEWS - Pada awal Ramadan ini harga cabai rawit yang beredar di masyarakat terus meroket.
Bahkan harga cabai cabai rawit menyentuh angka tertinggi sejak Pandemi Covid.
Harga cabai rawit merah mengalami lonjakan tajam dalam beberapa waktu terakhir.
Baca Juga: BPBD Konfirmasi Banjir di Seluruh Wilayah Jakarta Sudah Surut, Pengungsi Segera Kembali ke Rumah
Ha ini membuat para konsumen dan pedagang pasar merasakan dampaknya.
Kenaikan harga cabai rawit merah ini disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya adalah faktor cuaca yang tidak menentu.
Hujan yang deras dan suhu ekstrem dapat mempengaruhi hasil panen cabai, mengakibatkan pasokan yang terbatas di pasar.
Selain itu, tingginya biaya distribusi dan transportasi juga turut berkontribusi terhadap meroketnya harga cabai rawit merah.
Banyak petani yang kesulitan mengirimkan hasil panen ke pasar-pasar besar karena biaya transportasi yang meningkat.
Terutama dengan adanya pembatasan dan gangguan logistik akibat cuaca buruk.
Akibatnya, harga cabai rawit merah di tingkat konsumen pun melonjak.
Lonjakan harga cabai ini tentu memberikan beban tambahan bagi masyarakat.