news

Ricuh di Capitol! Anggota DPR Al Green Diusir Saat Pidato Trump

Kamis, 6 Maret 2025 | 03:10 WIB
Anggota DPR Al Green Diusir Saat Pidato Trump (Foto : By AP)

INSIBERNEWS – Suasana di Gedung Capitol mendadak tegang saat Presiden Donald Trump menyampaikan pidatonya pada Selasa, 4 Maret 2025. Anggota DPR dari Partai Demokrat, Al Green, membuat kehebohan ketika ia berdiri dan melayangkan protes secara terbuka terhadap Presiden.

Akibat aksinya yang dinilai mengganggu jalannya acara, Green akhirnya dikeluarkan dari ruangan.

Baca Juga: Tuai Kritik! Perumahan The Arthera Hill Bekasi Banjir Hampir 2 Meter, Padahal Janjikan Lokasi Bebas Banjir

Kejadian itu bermula ketika Trump baru saja memulai pidatonya. Tiba-tiba, Green berdiri dari kursinya, menggoyangkan tongkat yang biasa digunakannya untuk berjalan, lalu meneriakkan, “Anda tidak punya mandat!” Seruan itu sontak menarik perhatian seluruh ruangan.

Ketua DPR Mike Johnson, yang memimpin sidang, sempat memberikan peringatan agar Green tetap tenang dan menghormati jalannya acara. Namun, Green menolak untuk diam dan terus melontarkan kritiknya dengan nada lantang.

Baca Juga: Aturan Baru Sepak Bola, Kiper Dilarang Pegang Bola Lebih dari 8 Detik, Atau Dapat Hukuman Corner Kick

Ketegangan semakin meningkat ketika Green terus mencemooh Trump meskipun telah diberi peringatan berkali-kali.

Ia bahkan menggunakan tongkatnya untuk menegaskan protesnya, membuat suasana semakin panas. Para petugas keamanan akhirnya turun tangan dan mengawal Green keluar dari ruangan demi menjaga ketertiban.

Baca Juga: Bergerak Cepat, BRI Peduli salurkan Bantuan Tanggap Bencana Bagi Warga Terdampak Banjir Jabodetabek

Sementara itu, beberapa anggota Demokrat tampak tidak setuju dengan tindakan pengusiran tersebut, sementara anggota Partai Republik justru menyambut baik langkah tegas yang diambil terhadap Green.

Insiden ini menjadi sorotan, terutama karena mencerminkan ketegangan politik yang terus membara antara Partai Demokrat dan Republik.

Banyak pihak menilai bahwa aksi Green adalah bentuk frustrasi terhadap kebijakan Trump, sementara yang lain beranggapan bahwa tindakannya tidak menghormati institusi pemerintahan.

Baca Juga: Perahu Evakuasi Terbalik, Bocah Usia 2 Tahun Terseret Arus Banjir dan Ditemukan Tak Bernyawa di Jaksel

Terlepas dari perbedaan pendapat, kejadian ini menegaskan bahwa perpecahan politik di Amerika Serikat masih jauh dari kata reda.

Halaman:

Tags

Terkini