Calo Digital Tiket KAI Untuk Mudik Marak, Pengamat Sarankan Solusi Ini!

Photo Author
- Jumat, 14 Februari 2025 | 08:00 WIB
KAI pastikan harga tiket kereta tidak terkena PPN 12 persen (Instagram @kai121_)
KAI pastikan harga tiket kereta tidak terkena PPN 12 persen (Instagram @kai121_)

INSIBERNEWS - Menjelang musim mudik Lebaran, fenomena calo digital tiket kembali mencuat di media sosial. Para pemudik mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket secara resmi, sementara di platform lain, tiket yang sama justru dijual dengan harga lebih tinggi oleh pihak tak bertanggung jawab.

Baca Juga: Wilayah 3T dan Orang Asli Papua akan Kena Dampak dari Efisiensi Anggaran Pendidikan

Menanggapi hal ini, pengamat transportasi Djoko Setijowarno menyampaikan pendapatnya terkait kondisi sistem transportasi saat ini serta solusi yang bisa diterapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut.

Menurut Djoko, sistem transportasi di Indonesia, terutama layanan Kereta Api Indonesia (KAI), sebenarnya sudah jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya.

Baca Juga: Kemendikti Saintek Ungkap Dampak Efisiensi Anggaran pada Penerima KIP, Apa Saja?

Ia menilai bahwa pelayanan di stasiun kini lebih rapi dan akses pembelian tiket juga lebih mudah.

"Kalau KAI sih sekarang sudah lebih enak, lebih gampang, stasiunnya juga lebih tertata," ujarnya pada Kamis (13/2/2025).

Meski begitu, ia mengakui masih ada celah yang perlu diperbaiki agar sistem tiket mudik lebih tertata dan bebas dari calo.

Baca Juga: Protes Warga Banten Soal Keberadaan Peternakan Ayam Tak Kunjung Dapat Solusi, Warga Lakukan Pembakaran

Salah satu solusi yang disarankan Djoko adalah penerapan satu sistem aplikasi terpadu untuk seluruh moda transportasi mudik. Dengan adanya sistem tiket satu pintu, calo digital bisa diminimalisir karena pemudik hanya memiliki satu jalur resmi untuk melakukan pembelian.

"Kalau ada satu aplikasi khusus untuk tiket mudik, pemudik bakal lebih mudah dapat tiket, dan calo juga nggak punya celah buat main harga," jelasnya.

Baca Juga: Disamakan dengan Catering Hajatan, Menkeu Sri Mulyani Ungkap Dampak Positif Makan Bergizi Gratis Bagi Perekonomian Indonesia

Tak hanya soal tiket, Djoko juga menyoroti ketersediaan moda transportasi yang masih perlu ditingkatkan, khususnya untuk perjalanan darat. Ia menyarankan agar jumlah bus ditambah, terutama untuk rute menuju Sumatera, seperti Lampung.

Selain itu, mengingat tingginya antrian pemudik yang memilih jalur laut, ia juga mengusulkan penambahan kapal serta pembukaan jalur penyebrangan baru selain di Merak, misalnya di Tanjung Priok. Langkah ini dinilai dapat mengurangi kepadatan dan mempercepat arus mudik.

Halaman:

Editor: Varin Vaprilia Caroline

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X