INSIBERNEWS - Mahasiswa dari wilayah 3T akan terkena dampak dari efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pemerintah.
Dampak yang akan dirasakan oleh mahasiswa dari wilayah 3T ini diungkapkan oleh Kemendikti Saintek.
Tidak hanya mahasiswa wilayah 3T saja yang akan terkena dampak efisiensi anggaran, Orang Asli Papua (OAP) juga akan terkena dampaknya.
Baca Juga: Kemendikti Saintek Ungkap Dampak Efisiensi Anggaran pada Penerima KIP, Apa Saja?
Dilansir INsibernews dari Kemendikti Saintek (13/2/2025), terdapat 27.522 mahasiswa yang berasal dari wilayah 3T dan Orang Asli Papua (OAP).
Jika anggaran ini berkurang maka akan menurunkan akses pendidikan tinggi bagi penduduk yang berada di wilayah 3T dan OAP.
Hal ini berpotensi menimbulkan gejolak di wilayah Indonesia Timur.
Wilayah 3T sendiri merupakan wilayah Tertinggal, terdepan, dan Terluar Indonesia.
Wilayah-wilayah ini sudah lama menghadapi kesulitan dalam memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Sehingga pemangkasan anggaran pendidikan akan memperburuk kondisi tersebut.
Banyak sekolah dan universitas di daerah terpencil yang bergantung pada alokasi anggaran untuk menyediakan fasilitas yang memadai, beasiswa, serta pelatihan untuk tenaga pengajar.
Tanpa dukungan yang cukup, akses pendidikan bagi masyarakat di daerah ini akan semakin terbatas.
Artikel Terkait
Efisiensi Anggaran di Bidang Pendidikan Dinilai Pertaruhkan Masa Depan Anak Bangsa
Miris! Sebelum Adanya Efisiensi Anggaran Pendidikan Indonesia Tidak Mencapai Mandat Konstitusi
Akibat Efisiensi Anggaran Kemenkes, Ada Subsidi BPJS yang Berpotensi Dicabut
Waduh! Akibat Efisiensi Anggaran, MK hanya Bisa Gaji Pegawai hingga Mei
Badan Gizi Nasional Kena Efisiensi Anggaran Prabowo, Apa Dampaknya ke Program Makan Bergizi Gratis?