INSIBERNEWS - Efisiensi anggaran yang dilakukan pada Kemendikti Saintek sangat berpengaruh pada program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).
Dengan adanya pemangkasan anggaran maka peserta KPI-K tidak dapat dibayarkan pada 2025.
Bahkan karena efisiensi anggaran maka penerima KIP-K terancam akan putus sekolah.
Kemudian karena tidak ada anggaran maka tidak ada penerima KIP-K baru tahun ini.
Dilansir INsibernews dari Kemendikti Saintek (13/2/2025), terdapat target sebanyak 1.040.192 mahasiswa (on going dan mahasiswa baru)
Sedangkan dampak dari efisiensi anggaran adalah sebagai berikut:
1. Masyarakat penerima KIP: sebanyak 663.821 dari 844.174 mahasiswa on going tidak dapat dibayarkan pada tahun 2025.
2. Ekonomi: Sebanyak 663.821 Masyarakat Penerima KIP-K terancam putus kuliah.
3. Masyarakat penerima KIP: tidak ada Penerimaan Mahasiswa Baru Penerima KIP-K Tahun 2025.
Baca Juga: Kocak! Perampok Bank Berhasil Diringkus Gegara Ketahuan Pakai Senjata Mainan Bentuk Dinosaurus
Yang pada tanggal 4 Febuari 2025 lalu telah dibuka pendaftarannya, dengan jumlah pendaftar sampai saat ini (7 Februari 2025 pukul 16.15 WIB) sebanyak 21.131 orang.
4. Pemerintah gagal memutus rantai kemiskinan dengan ditiadakannya Penerimaan KIP-K
Artikel Terkait
Efisiensi Anggaran di Bidang Pendidikan Dinilai Pertaruhkan Masa Depan Anak Bangsa
Miris! Sebelum Adanya Efisiensi Anggaran Pendidikan Indonesia Tidak Mencapai Mandat Konstitusi
Akibat Efisiensi Anggaran Kemenkes, Ada Subsidi BPJS yang Berpotensi Dicabut
Waduh! Akibat Efisiensi Anggaran, MK hanya Bisa Gaji Pegawai hingga Mei
Badan Gizi Nasional Kena Efisiensi Anggaran Prabowo, Apa Dampaknya ke Program Makan Bergizi Gratis?