Kemendikti Saintek Ungkap Dampak Efisiensi Anggaran pada Penerima KIP, Apa Saja?

Photo Author
Awit Wiarni, Insibernews
- Kamis, 13 Februari 2025 | 21:56 WIB
Penerima KIP akan mendapat dampak dari efisiensi anggaran (unsplash)
Penerima KIP akan mendapat dampak dari efisiensi anggaran (unsplash)

INSIBERNEWS - Efisiensi anggaran yang dilakukan pada Kemendikti Saintek sangat berpengaruh pada program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K).

Dengan adanya pemangkasan anggaran maka peserta KPI-K tidak dapat dibayarkan pada 2025.

Bahkan karena efisiensi anggaran maka penerima KIP-K terancam akan putus sekolah.

Baca Juga: Protes Warga Banten Soal Keberadaan Peternakan Ayam Tak Kunjung Dapat Solusi, Warga Lakukan Pembakaran

Kemudian karena tidak ada anggaran maka tidak ada penerima KIP-K baru tahun ini.

Dilansir INsibernews dari Kemendikti Saintek (13/2/2025), terdapat target sebanyak 1.040.192 mahasiswa (on going dan mahasiswa baru)

Sedangkan dampak dari efisiensi anggaran adalah sebagai berikut:

Baca Juga: Disamakan dengan Catering Hajatan, Menkeu Sri Mulyani Ungkap Dampak Positif Makan Bergizi Gratis Bagi Perekonomian Indonesia

1. Masyarakat penerima KIP: sebanyak 663.821 dari 844.174 mahasiswa on going tidak dapat dibayarkan pada tahun 2025.

2. Ekonomi: Sebanyak 663.821 Masyarakat Penerima KIP-K terancam putus kuliah.

3. Masyarakat penerima KIP: tidak ada Penerimaan Mahasiswa Baru Penerima KIP-K Tahun 2025.

Baca Juga: Kocak! Perampok Bank Berhasil Diringkus Gegara Ketahuan Pakai Senjata Mainan Bentuk Dinosaurus

Yang pada tanggal 4 Febuari 2025 lalu telah dibuka pendaftarannya, dengan jumlah pendaftar sampai saat ini (7 Februari 2025 pukul 16.15 WIB) sebanyak 21.131 orang.

4. Pemerintah gagal memutus rantai kemiskinan dengan ditiadakannya Penerimaan KIP-K

Halaman:

Editor: Awit Wiarni

Sumber: Twitter

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X